14 Pesilat dari 3 Perguruan Ditangkap di Banyuwangi, Ini Daftar Kasusnya

Bagikan Artikel

Jakarta –

Polresta Banyuwangi mengamankan 14 pesilat dari tiga perguruan silat yang berbeda. Para pesilat ini ditangkap lantaran diduga terlibat dalam kasus kekerasan hingga tawuran antarpesilat.

Dilansir detikJatim, kasus kekerasan mereka terjadi di tiga kecamatan, yakni Cluring, Tegalsari, dan Pesanggaran. Para tersangka itu terlibat kasus yang berbeda dalam rentang waktu sebulan.

Pada kasus yang di Cluring, rombongan Perguruan Silat Pagar Nusa melakukan konvoi dengan total kurang lebih 40 pesilat, sambil membunyi-bunyikan klakson. Lalu rombongan tersebut diserang pesilat Perguruan Silat IKSPI/KEra Sakti dengan jumlah 50 pesilat. Aksi ini terjadi pada 16 Februari 2023 di Jalan Raya Bulak Sawah Benculuk-Purwoharjo, Banyuwangi.

“Pada saat dilempar anggota dari pagar nusa tersebut langsung menghentikan laju sepeda motornya dan turun dari sepeda motor selanjutnya membalas perbuatan dari anggota IKSPI dengan cara melempar balik,” kata Kasat Reskrim Polresta Banyuwangi Kompol Agus Sobarnapraja dalam rilis yang diterima detikJatim, Jumat (17/3/2023).
Pada aksi ini, polisi menangkap lima pesilat, yakni ASW (22), DF (22), RCS (21), SP (20), dan IAP (17). Sementara korbannya yakni AA dan AJT dengan luka lecet di tangan hingga kaki. Sementara ada pula sejumlah motor korban yang rusak terkena lemparan batu.
Lalu kasus kedua terjadi di Jalan Dusun Wringinsari, Desa Pesanggaran, Kecamatan Pesanggaran, pada Minggu (5/3) lalu. Saat itu warga berinisial TE (23) mengalami luka hingga lebam di tubuhnya usai dikeroyok sejumlah anggota perguruan silat PSHT yang dalam kondisi mabuk.

Sumber : detiknews

  • Related Posts

    Migrant Care Banyuwangi Gelar Dialog Publik Bahas Pencegahan Perdagangan Orang dan Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak

    Bagikan Artikel

    Bagikan ArtikelBerita Banyuwangi – Migrant Care Banyuwangi menggelar dialog publik bertema “Peran Masyarakat terhadap Pencegahan Perdagangan Orang untuk Menghindari Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak”, Kamis (27/11/2025), bertempat di Ruang Terbuka…

    Bupati Ipuk Perkuat Implementasi Restorative Justice di Banyuwangi

    Bagikan Artikel

    Bagikan ArtikelBerita Banyuwangi – Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menandatangani nota kesepakatan Restorative Justice bersama Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Timur, di Surabaya, Kamis (9/10/2025). Langkah ini menjadi komitmen Pemkab Banyuwangi untuk…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    You Missed

    Taman Nasional Alas Purwo Banyuwangi Ditutup Saat Idulfitri 2026, Ini Jadwal dan Alasannya

    • By Luqman
    • Maret 11, 2026
    • 3 views
    Taman Nasional Alas Purwo Banyuwangi Ditutup Saat Idulfitri 2026, Ini Jadwal dan Alasannya

    Musrenbang RKPD 2027 Banyuwangi Dibuka Bupati Ipuk, Fokus Penguatan SDM, Hilirisasi Ekonomi, dan Infrastruktur

    • By Luqman
    • Maret 5, 2026
    • 8 views
    Musrenbang RKPD 2027 Banyuwangi Dibuka Bupati Ipuk, Fokus Penguatan SDM, Hilirisasi Ekonomi, dan Infrastruktur

    Menteri KKP Tinjau KNMP Lateng Banyuwangi, Setujui SPBN dan Bantuan Kapal Nelayan

    • By Luqman
    • Maret 4, 2026
    • 13 views
    Menteri KKP Tinjau KNMP Lateng Banyuwangi, Setujui SPBN dan Bantuan Kapal Nelayan

    Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani Instruksikan Pengawasan Ketat Pasar Takjil Ramadan

    • By Luqman
    • Februari 28, 2026
    • 14 views
    Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani Instruksikan Pengawasan Ketat Pasar Takjil Ramadan

    Deklarasi Banyuwangi ASRI, Bupati Ipuk Akselerasi Program Indonesia ASRI di Grand Watu Dodol

    • By Luqman
    • Februari 19, 2026
    • 23 views
    Deklarasi Banyuwangi ASRI, Bupati Ipuk Akselerasi Program Indonesia ASRI di Grand Watu Dodol

    Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani Minta Pasar Takjil Ramadan 1447 H Ditata dan Difasilitasi, UMKM Jadi Prioritas

    • By Luqman
    • Februari 18, 2026
    • 24 views
    Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani Minta Pasar Takjil Ramadan 1447 H Ditata dan Difasilitasi, UMKM Jadi Prioritas