Berita Banyuwangi – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi kembali menggelar Banyuwangi Career Expo 2025 yang menawarkan lebih dari 2000 lowongan pekerjaan, termasuk kesempatan bagi penyandang disabilitas.
Kegiatan ini berlangsung di Gedung Theater Banyuwangi Park, Jalan Raya Jember, Dadapan, Kecamatan Kabat, pada 3–4 Oktober 2025, dan dibuka secara resmi oleh Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani, Jumat (3/10/2025).
“Ini bagian upaya kita agar anak-anak muda Banyuwangi bisa terekrut dalam dunia kerja. Para pencari kerja bisa mendaftar pekerjaan yang sesuai dengan kualifikasi dan kompetensinya,” ujar Bupati Ipuk dalam sambutannya.
Sebanyak kurang lebih 50 perusahaan dari berbagai daerah turut berpartisipasi dalam bursa kerja Banyuwangi 2025. Mereka datang dari Semarang, Surabaya, Pasuruan, hingga Banyuwangi sendiri, dengan sektor usaha yang beragam seperti perbankan, pertambangan, perhotelan, manufaktur, retail, perikanan, hingga teknologi informasi.
Beberapa lowongan kerja yang ditawarkan antara lain PT BTPN Syariah, Community Officer (CO), PT.Industri Kereta Api (INKA) staf teknologi dan pengendali kualitas, eL Hotel Banyuwangi, FB manager, sales executive, waiter/waitress, PT Suri Tani Pemuka, supervisor mechanical, quality control, admin HRD, serta driver
Menurut Kepala Dinas Tenaga Kerja Transmigrasi dan Perindustrian Banyuwangi, Abdul Latif, pelaksanaan Banyuwangi Career Expo 2025 dilakukan secara hybrid.
“Calon pelamar bisa memilih dan melamar pekerjaan lewat aplikasi Goker Wangi yang terintegrasi dalam Smart Kampung. Namun, pencari kerja juga bisa hadir langsung ke lokasi untuk mendapatkan informasi detail sekaligus mendaftar ke perusahaan yang diminati,” jelasnya.
Tidak hanya menyediakan ribuan lowongan kerja, Career Expo Banyuwangi 2025 juga menghadirkan berbagai kegiatan menarik, antara lain Demo pelatihan keterampilan, Pameran produk industri kecil menengah (IKM), Edu fair, Talk show inspiratif
Bupati Ipuk menegaskan bahwa Pemkab Banyuwangi akan terus menggelar bursa kerja secara rutin, bahkan dengan frekuensi yang lebih sering.
“Bisa setahun dua atau tiga kali. Harapannya, dengan menghadirkan banyak bursa kerja, banyak anak muda Banyuwangi yang terserap di dunia kerja,” pungkas Ipuk.













Leave a Reply