Advertisement

Migrant Care Banyuwangi Gelar Musrenbang Tematik untuk Perkuat Layanan Migrasi Aman

Bagikan Artikel

Berita Banyuwangi – Migrant Care Banyuwangi menginisiasi Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Tematik Pekerja Migran di Havana Waterpark, Cafe & Resto Jajag, Banyuwangi, pada Rabu (26/11/2025). Kegiatan ini digelar dalam rangka memperkuat ekosistem layanan migrasi aman di Kabupaten Banyuwangi, dengan melibatkan berbagai stakeholder kunci.

Acara ini mempertemukan berbagai pemangku kepentingan utama, dengan total kurang lebih 50 peserta yang terdiri dari perwakilan DPRD Kabupaten Banyuwangi, Bappeda Banyuwangi, BP2MI di Banyuwangi, Disnaker Banyuwangi, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD), Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan KB (Dinsos PPKB), Dinas Kesehatan, Kepala Imigrasi Banyuwangi, serta kepala desa dari beberapa desa kantong migran (Tegaldlimo, Wringinpitu, Kedunggebang, Pesanggaran, Sumbermulyo, Kendalrejo, Kedungasri, Siliragung, Kedungwungu, Wonosobo, dan Kebaman). Turut hadir pula perwakilan dari kader Desbumi Banyuwangi, SBMI Banyuwangi, Garda BMI Banyuwangi, dan Bumiwangi.

Mengawali kegiatan, Ketua Migrant Care Banyuwangi, Uut Rochimatin, menyampaikan pengantar mengenai pentingnya peran stakeholder dalam perlindungan Pekerja Migran Indonesia (PMI), sebagai amanah yang termaktub dalam Undang-Undang (UU) No. 18 Tahun 2017 tentang Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (PPMI).

“Negara memiliki komitmen kuat untuk hadir memberikan perlindungan bagi pekerja migran, dan UU mengamanahkan pembagian peran antara pemerintah pusat, provinsi, dan desa,” ujar Uut, menekankan sinergi yang diperlukan untuk mewujudkan migrasi yang aman dan bermartabat.

Dari Bappeda Banyuwangi, yang diwakili oleh Bapak Lukman, turut menyampaikan pengantar dan apresiasi terhadap program perlindungan berbasis desa (Desbumi) yang diinisiasi Migrant Care, sebagai upaya untuk bersinergi dengan program pemerintah daerah.

Paparan hasil Musrenbang Tematik Pekerja Migran tingkat komunitas Desbumi juga disampaikan oleh perwakilan kader. Diskusi menjadi semakin mendalam ketika salah satu peserta, Siti Khotimah dari Desbumi Tegaldlimo, memaparkan beragam permasalahan kompleks yang dihadapi oleh PMI.

“Banyak sekali tantangan di lapangan, mulai dari adanya PMI yang terpapar radikalisme, terjerat pergaulan bebas, hamil di luar nikah, pencurian, hingga kasus narkoba,” ungkap Siti Khotimah, menyoroti sisi kelam realitas migrasi yang memerlukan perhatian serius dari semua pihak yang hadir.

Musrenbang tematik ini diharapkan dapat menjaring masukan dan merumuskan program-program yang lebih inklusif dan solutif untuk penguatan layanan bagi pekerja migran di Banyuwangi di masa mendatang, memastikan mereka mendapatkan perlindungan optimal baik sebelum, selama, maupun setelah bekerja di luar negeri.

Melalui pelaksanaan Musrenbang Tematik Pekerja Migran ini, Migrant Care Banyuwangi berharap seluruh masukan dapat diintegrasikan dalam Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2026. Dengan demikian, layanan migrasi aman dapat menjadi kebijakan yang berkelanjutan, bukan sekadar gerakan komunitas.

Loading RSS Feed

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *