Ajang Rembug Pemuda Banyuwangi Yang Dihelat Di Radio Blambangan FM,Hasilkan Rencana Aksi Kolaboratif

Bagikan Artikel

Berit Banyuwangi – Sejumlah gagasan dipresentasikan dalam ajang Rembug Pemuda Banyuwangi yang dihelat di Radio Blambangan FM pada Senin (28/11/2022). Mereka menghasilkan sejumlah rencana aksi kolaboratif dalam lima isu yang diangkat. Mulai dari pendidikan, sosial, ekonomi kreatif, lingkungan hingga pemberdayaan desa.

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menyambut antusias gagasan dan rencana aksi yang disusun oleh para peserta Rembug Pemuda tersebut. Menurutnya, keterlibatan anak-anak muda menjadi kunci penting dalam pelaksanaan program-program pemerintah.

“Anak-anak muda ini adalah harapan kami. Keterlibatan kalian (anak muda), sangat kami tunggu. Kita harus berkolaborasi bersama,” ungkap Ipuk.

Berbagai gagasan dan rencana aksi yang dihasilkan dari Rembug Pemuda Banyuwangi tersebut, lanjut Ipuk, akan menjadi masukan yang akan terus dimatangkan. Melalui sejumlah satuan kerja perangkat daerah terkait, rencana aksi itu akan diimplementasikan secara khusus atau disinergikan dengan program yang sudah ada.

“Kami tidak pernah merasa sempurna. Program yang kami laksanakan masih memiliki kekurangan. Sehingga, masukan-masukan dari berbagai elemen masyarakat ini sangat kami tunggu,” imbuhnya.

Dalam kesempatan tersebut, Ipuk juga berdialog langsung dengan para peserta yang memaparkan rencana aksinya. Di antaranya dengan Leony Nuha Nafisah yang memilih isu pendidikan. Ia bersama kelompoknya mengusung rencana aksi bertajuk Banyuwangi  Merdeka Belajar (BMB). Hal ini sebagai upaya untuk menekan angka putus sekolah.

“Program ini menyasar pada kelompok anak rentan putus sekolah. Pendekatan yang dilakukan adalah dengan membikin ajang pertemanan untuk mereka yang bisa menjadi support system bagi mereka untuk melanjutkan pendidikannya,” paparnya.

Gagasan lain diusulkan oleh Imam Mutaji yang mengambil konsern pada isu sosial. Dalam isu ini, difokuskan untuk menangani gejala intoleransi dan praktik bulliying di tengah anak muda. “Kami ingin membentuk duta intoleransi dan bulliying. Tapi, bukan sekadar duta yang ada di panggung. Duta ini nantinya berasal dari lingkungan masing-masing yang bisa menjadi pendamping,” terangnya.

Bupati Ipuk dengan seksama menyimak dari satu isu ke isu yang lain. Memberikan tanggapan, pertanyaan hingga perbandingan. Sesekali juga memanggil sejumlah kepala dinas terkait untuk mengelaborasi lebih jauh. “Nanti bisa langsung ditindaklanjuti ke SKPD terkait atau bisa melalui Bappeda langsung,” perintahnya.

Sementara itu, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Banyuwangi  Suyanto Waspotondo Wicaksono mengungkapkan kegiatan ini sebagai fasilitasi untuk menjaring aspirasi dari berbagai unsur masyarakat. “Kali ini, kita melibatkan anak-anak muda. Mereka mendaftar secara terbuka dengan membawa satu gagasan berdasarkan isu yang dipilih,” ungkapnya.

Dari para pendaftar tersebut, kemudian diseleksi menjadi 50 peserta. Dengan rincian sepuluh peserta per isu.

“Para peserta dipandu oleh fasilitator, untuk mendalami isu, mematangkan gagasan dan membuat konsep program yang terukur berkaitan isu yang dipilih,” lanjutnya.

Para fasilitator antara lain Founder Kampung Batara Widie Nurmahmudie, Ketua Banyuwangi Youth Creative Network Vicky Hendri Kurniawan, Pengurus PP IPPNU 2017-2020 Bara Putri RH, Aktivis EcoRanger Indonesia Nurul Agustin dan Ketua Asosiasi BPD Banyuwangi Rudi Hartono Latief. (*)

  • Related Posts

    Banyuwangi Jadi Rujukan Nasional, Bupati Ipuk Paparkan Kiat Sukses Digitalisasi Bansos

    Bagikan Artikel

    Bagikan ArtikelBerta Banyuwangi – Program Digitalisasi Bantuan Sosial (Bansos) yang dicanangkan Pemerintah Pusat akan diperluas ke 41 kabupaten/kota se-Indonesia. Pemerintah Kabupaten Banyuwangi yang menjadi daerah percontohan (piloting) perdana, diminta berbagi…

    Dinkes Banyuwangi Terima 60 Ribu Sachet Susu dari Kemenkes untuk Percepat Kesembuhan Pasien TBC

    Bagikan Artikel

    Bagikan ArtikelBerita Banyuwangi – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Banyuwangi menerima bantuan sebanyak 60 ribu sachet susu pendamping bagi pasien tuberculosis (TBC/TB Paru) dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI. Bantuan tersebut merupakan…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    You Missed

    Banyuwangi Jadi Rujukan Nasional, Bupati Ipuk Paparkan Kiat Sukses Digitalisasi Bansos

    • By Luqman
    • Februari 4, 2026
    • 2 views
    Banyuwangi Jadi Rujukan Nasional, Bupati Ipuk Paparkan Kiat Sukses Digitalisasi Bansos

    Dinkes Banyuwangi Terima 60 Ribu Sachet Susu dari Kemenkes untuk Percepat Kesembuhan Pasien TBC

    • By Luqman
    • Januari 30, 2026
    • 0 views
    Dinkes Banyuwangi Terima 60 Ribu Sachet Susu dari Kemenkes untuk Percepat Kesembuhan Pasien TBC

    Pengumuman Hasil Perlinsos Digital Banyuwangi Dijadwalkan Awal Februari 2026

    • By Luqman
    • Januari 23, 2026
    • 0 views
    Pengumuman Hasil Perlinsos Digital Banyuwangi Dijadwalkan Awal Februari 2026

    Panen Raya Semangka di Lapas Banyuwangi, Wujud Pembinaan Warga Binaan dan Dukungan Ketahanan Pangan

    • By Luqman
    • Januari 17, 2026
    • 0 views
    Panen Raya Semangka di Lapas Banyuwangi, Wujud Pembinaan Warga Binaan dan Dukungan Ketahanan Pangan

    Muhasabah dan Doa Bersama Tutup Tahun 2025, Bupati Ipuk Ajak Warga Banyuwangi Kirim Doa untuk Sesama

    • By Luqman
    • Januari 2, 2026
    • 0 views
    Muhasabah dan Doa Bersama Tutup Tahun 2025, Bupati Ipuk Ajak Warga Banyuwangi Kirim Doa untuk Sesama

    Innes Aditya, Atlet Hoki Putri Banyuwangi Raih Dua Medali di SEA Games 2025 Thailand

    • By Luqman
    • Januari 1, 2026
    • 0 views
    Innes Aditya, Atlet Hoki Putri Banyuwangi Raih Dua Medali di SEA Games 2025 Thailand