Advertisement

Banyuwangi dan Kemenkop RI Teken MoU Percepatan Pengembangan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih

Bagikan Artikel

Berita Banyuwangi – Kementerian Koperasi dan UKM (Kemenkop) RI bersama Pemerintah Kabupaten Banyuwangi resmi menandatangani nota kesepakatan (MoU) percepatan pembangunan dan pengembangan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP). Penandatanganan dilakukan di Kantor Kemenkop, Jakarta, Rabu (10/12/2025), oleh Menteri Koperasi Ferry Juliantono dan Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani, disaksikan Wakil Menteri Koperasi Farida Farichah.

Bupati Ipuk menyampaikan bahwa kerja sama tersebut menjadi langkah penting bagi Banyuwangi dalam memperkuat koperasi desa berbasis potensi lokal.
“Kami baru saja meneken kerja sama percepatan pengembangan koperasi desa/kelurahan merah putih bersama Menteri Koperasi, disaksikan Bu Wamen. Alhamdulillah, dengan MoU ini, koperasi merah putih bisa berkembang lebih optimal karena ada arahan langsung dari Kemenkop,” ujar Bupati Ipuk, Kamis (11/12/2025).

MoU tersebut mencakup percepatan pembangunan fisik gerai dan pergudangan KDMP, sekaligus perluasan model usaha sesuai potensi desa di seluruh Banyuwangi. Hal ini diharapkan dapat mempercepat tumbuhnya ekonomi kerakyatan melalui koperasi desa.

Menteri Koperasi Ferry Juliantono menyambut baik kerja sama ini. Ia menilai Banyuwangi memiliki potensi besar dalam mengembangkan koperasi berbasis produk lokal.

“Saya kemarin meresmikan KDMP Tukang Kayu di Banyuwangi. Koperasinya bagus dan produk-produknya dibuat oleh pelaku usaha lokal, seperti kopi. Ini sangat baik dan bisa menjadi contoh,” kata Ferry.

Ia menambahkan, pola tersebut selaras dengan semangat kemandirian yang diusung Presiden Prabowo Subianto, yakni mendorong koperasi memproduksi dan menjual produknya secara mandiri. Untuk itu, penguatan KDMP harus dibarengi pemenuhan infrastruktur dasar di desa.

“Jika ada koperasi desa yang kekurangan sarpras, Ibu Bupati bisa kirim datanya ke kami. Kami akan bantu penuhi,” tegas Menkop.

Wamenkop Farida Farichah menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam pengembangan KDMP. Menurutnya, keselarasan visi dan dukungan kepala daerah menjadi faktor utama keberhasilan implementasi program nasional.

“Kami senang dengan dukungan kepala daerah seperti Banyuwangi yang proaktif datang langsung untuk memperdalam dan bergerak bersama dalam percepatan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih,” ungkap Farida.

Bupati Ipuk menyampaikan bahwa MoU tersebut menjadi dasar kuat bagi Banyuwangi dalam mengembangkan KDMP sesuai arahan nasional. Banyuwangi memiliki 217 desa dan kelurahan, yang seluruhnya menjadi lokasi pengembangan koperasi merah putih.

“Bagi kami, KDMP adalah hal baru. Karena itu kami membutuhkan pendampingan dari Kemenkop agar pengembangan di Banyuwangi sejalan dengan Asta Cita Bapak Presiden. Terima kasih kepada Pak Menteri dan Bu Wamen atas fasilitasi ini,” tutur Ipuk.

Menurutnya, keberagaman karakter desa di Banyuwangi—mulai dari wilayah pesisir, pegunungan, hutan, persawahan hingga kawasan perdagangan—menjadi keunggulan tersendiri. Pengembangan KDMP akan diarahkan mengikuti potensi masing-masing desa.

“Kementerian memberi panduan agar penguatan KDMP disesuaikan dengan karakter dan potensi lokal. Banyuwangi siap menjalankan arahan itu,” tegas Bupati Ipuk. (*)

Loading RSS Feed

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *