Hasil Survei: 85 Persen Pola Makan Warga Banyuwangi Kurang Mengkonsumsi Protein

Bagikan Artikel

Jawa Pos Radar Banyuwangi – Kesehatan merupakan salah satu modal penting dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat. Untuk itu, Pemkab Banyuwangi berupaya meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap standar pangan Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman (B2SA). Salah satunya melalui survei Pola Pangan Harapan (PPH).

PPH berkaitan erat dengan angka konsumsi makanan keseharian masyarakat. Termasuk soal kecukupan protein, daging, kacang-kacangan, susu, karbohidrat, dan lainnya.

Kepala Bidang (Kabid) Ketahanan Pangan pada Dinas Pertanian dan Pangan (Dispertapangan) Banyuwangi Abdul Halim mengatakan, penilaian PPH tidak lain untuk melakukan perencanaan konsumsi, kebutuhan, dan penyediaan pangan yang ideal di suatu wilayah. ”Untuk saat ini masyarakat Banyuwangi mayoritas hanya mengonsumsi karbohidrat berupa nasi. Persentase tersebut setidaknya mencapai 60 sampai 70 persen,” ujarnya.

Menurut Halim, di tahun 2023, konsumsi sehari-hari 85 persen masyarakat kurang asupan protein hewani, sayur, dan buah. Selain itu, karbohidrat seperti nasi juga lebih banyak diimbangi dengan makanan seperti umbi-umbian. Meski memiliki vitamin berbeda, namun beberapa jenis umbi disebut sama seperti karbohidrat pengganti nasi.

”Masyarakat kehilangan keseimbangan makanan antara 4 sehat 5 sempurna. Yang terpenting saat ini apa isi piringku. Khawatirnya, jika terlalu banyak mengkonsumsi nasi yang mengandung banyak gula, penyakit lebih banyak diserap jika tidak diimbangi sayur atau kebutuhan tubuh lainnya,” jelasnya.

Halim mengungkapkan, survei PPH pada masyarakat di Banyuwangi dilakukan bukan tanpa alasan. Dikatakan, setelah mendapat hasil yang konkret di lapangan, pemkab diharapkan mampu memberikan penanganan yang layak dan tepat pada sasaran yang membutuhkan.

Penanganan PPH tentu memiliki sejumlah korelasi. Di antaranya masalah pendidikan yang ada di Banyuwangi, jumlah pendapatan atau penghasilan masyarakat tiap bulannya, serta makanan yang dikonsumsi untuk kebutuhan sehari-hari. ”Saat ini wilayah yang telah berhasil menerapkan PPH salah satunya Kota Jombang. Kami berharap nantinya intervensi yang didapatkan lebih tepat. Terutama dalam penanganan tengkes (stunting) yang menjadi atensi serius di Bumi Blambangan,” pungkas Halim.

sumber:radarbanyuwangi.id

  • Related Posts

    Taman Nasional Alas Purwo Banyuwangi Ditutup Saat Idulfitri 2026, Ini Jadwal dan Alasannya

    Bagikan Artikel

    Bagikan ArtikelBerita Banyuwangi – Kawasan wisata alam Taman Nasional Alas Purwo (TNAP) di Kabupaten Banyuwangi akan ditutup sementara selama dua hari pada momentum Hari Raya Idulfitri 2026. Penutupan ini dilakukan…

    Musrenbang RKPD 2027 Banyuwangi Dibuka Bupati Ipuk, Fokus Penguatan SDM, Hilirisasi Ekonomi, dan Infrastruktur

    Bagikan Artikel

    Bagikan ArtikelBerita Banyuwangi – Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani resmi membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten Banyuwangi Tahun 2027 di Pendopo Sabha Swagata Blambangan, Rabu (4/3/2026).…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    You Missed

    Taman Nasional Alas Purwo Banyuwangi Ditutup Saat Idulfitri 2026, Ini Jadwal dan Alasannya

    • By Luqman
    • Maret 11, 2026
    • 3 views
    Taman Nasional Alas Purwo Banyuwangi Ditutup Saat Idulfitri 2026, Ini Jadwal dan Alasannya

    Musrenbang RKPD 2027 Banyuwangi Dibuka Bupati Ipuk, Fokus Penguatan SDM, Hilirisasi Ekonomi, dan Infrastruktur

    • By Luqman
    • Maret 5, 2026
    • 7 views
    Musrenbang RKPD 2027 Banyuwangi Dibuka Bupati Ipuk, Fokus Penguatan SDM, Hilirisasi Ekonomi, dan Infrastruktur

    Menteri KKP Tinjau KNMP Lateng Banyuwangi, Setujui SPBN dan Bantuan Kapal Nelayan

    • By Luqman
    • Maret 4, 2026
    • 12 views
    Menteri KKP Tinjau KNMP Lateng Banyuwangi, Setujui SPBN dan Bantuan Kapal Nelayan

    Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani Instruksikan Pengawasan Ketat Pasar Takjil Ramadan

    • By Luqman
    • Februari 28, 2026
    • 13 views
    Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani Instruksikan Pengawasan Ketat Pasar Takjil Ramadan

    Deklarasi Banyuwangi ASRI, Bupati Ipuk Akselerasi Program Indonesia ASRI di Grand Watu Dodol

    • By Luqman
    • Februari 19, 2026
    • 22 views
    Deklarasi Banyuwangi ASRI, Bupati Ipuk Akselerasi Program Indonesia ASRI di Grand Watu Dodol

    Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani Minta Pasar Takjil Ramadan 1447 H Ditata dan Difasilitasi, UMKM Jadi Prioritas

    • By Luqman
    • Februari 18, 2026
    • 23 views
    Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani Minta Pasar Takjil Ramadan 1447 H Ditata dan Difasilitasi, UMKM Jadi Prioritas