18 Juli 2024
Bagikan Artikel

tvOnenews.com – Dalam kalangan umat Islam, ada sebuah hadits yang sangat populer. Hadits tersebut mengajarkan kita bahwa ada investasi akhirat yang dapat memberikan kita pahala meskipun kita telah meninggal dunia.

Hadits itu diriwayatkan oleh Sahabat Abu Hurairah rodhiyallahu ‘anhu. Adapun bunyi dari hadits tersebut yang telah dikutip dari penjelasan Imam Durori dalam Buku Pendidikan bagi Masyarakat Awam adalah:

Rasulullah Muhammad shollallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

« إذا مات ابن آدم انقطع عمله إلا من ثلاث صدقة جارية ، أو علم يسمع به ، أو ولد صالح يدعو له» [رواه مسلم]

Baca: Idzaa maatabnu aadama ingqoto’a ‘anhu ‘amaluhu illaa minn tsalaatsin shodaqotin jaariyatin, ao ‘ilmin yuntafa’u biht, ao waladin shoolikhin yad uulah, (Rowaahu Muslim).

Artinya: “Ketika keturunan Nabi Adam ‘alaihis salam meninggal dunia maka tidak lagi beramal ibadah, kecuali semasa hidupnya memiliki tinggalan shodaqoh jariyah, atau pernah membagikan ilmu yang bermanfa’at, atau memiliki putra putri yang sholih/sholihakh yang mampu dan mau mendo’akannya,” (HR. Muslim).

Imam Durori mengatakan bahwa maksud dari hadits tersebut adalah semua investasi yang bersifat keduniawian, apapun bentuk dan wujudnya, berapapun jumlahnya, hanya dapat dinikmati hingga usia tua. Semua investasi keduniawian tersebut akan sirna dan tak dapat dibawa ke akhirat.

Namun ada tiga hal yang masih dapat dirasakan manfaatnya meskipun ia telah meninggal dunia. Ketiga hal tersebut disebut dengan investasi akhirat.

Jika seorang manusia ingin memiliki investasi akhirat yang telah disebutkan dalam hadist di atas, maka sebaiknya mempersiapkannya dengan sebaik-baiknya. Karena pahala dari ketiganya akan terus mengalir meski kita sudah meninggal dunia.

Berikut penjelasan mengenai ketiga investasi akhirat yang dimaksud:

1. Sedekah Jariyah

Umat islam biasanya mengungkapkan rasa syukur atas rezeki yang telah mereka dapatkan dengan cara bersedekah.

Dikutip dari situs resmi Badan Amil Zakat Nasional, sedekah merupakan kata yang diambil dari bahasa Arab yaitu “shadaqah”, berasal dari kata sidq (sidiq) yang berarti “kebenaran”. Sementara jariyah artinya mengalir. 

Jadi arti dari sedekah jariyah artinya pemberian seorang muslim kepada orang lain secara sukarela dan ikhlas yang diniatkan untuk kebaikan dan mendatangkan pahala yang nantinya akan mengalir kepada si pemberi meskipun ia telah meninggal dunia.

Menurut Imam Durori, salah satu wujud sedekah jariyah yang bisa kita lakukan adalah dengan membangun serta memakmurkan masjid dan Madrasah Diniyyah atau sejenisnya.

Adapun bentuk sedekahnya dapat berupa ikut serta dalam pembangunan ataupun dalam melengkapi kebutuhan-kebutuhan yang akan digunakan untuk melancarkan ibadah seperti membeli karpet, Al qur’an, sendal untuk shalat, membeli alat untuk mengajar dan lain sebagainya. 

Maka selama tempat ibadah atau tempat pendidikan tersebut masih difungsikan sebagaimana mestinya, maka selama itu pula kita senantiasa mendapatkan pahala, walaupun kita telah meninggal dunia.

2. Ilmu yang Mendatangkan Manfa’at

Berdasarkan  Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), ilmu adalah pengetahuan tentang bidang tertentu yang dibuat secara sistematis.

Jika kita selama hidup di dunia memiliki suatu ilmu dan mengajarkannya kepada orang lain, maka selama ilmu tersebut diterapkan oleh orang-orang yang telah kita ajarkan, maka selama itulah pahalanya akan mengalir meskipun kita sudah meninggal dunia.

Adapun ilmu-ilmu yang dapat diajarkan menurut Imam Durori antara lain mengajarkan membaca Al Qur’an, tata cara berwudhu, tata cara mandi junub, tata cara bersyahadat, tata cara shalat wajib dan sunnah, tata cara membayar zakat-infaq-sedekah, tata cara puasa wajib dan sunnah, tata cara haji dan ‘umroh, tata cara menghormat orang yang lebih tua, tata cara bersikap baik terhadap pemimpinnya, dan lain sebagainya.

3. Anak Saleh yang Mampu dan Mau Mendo’akan

Memiliki anak yang saleh merupakan anugerah luar biasa bagi siapapun. Karena memiliki keturunan seperti ini dapat menyelamatkan kita di akhirat nanti.

Anak saleh adalah tumpuan terakhir saat kita meninggal dunia. Mereka akan menjadi cahaya dalam hidup orang tuanya. 

Doa-doa serta pahala dari apa yang dilakukannya akan terus mengalir kepada orang tuanya meskipun mereka telah tiada.

Memiliki keturunan atau ahli waris yang mampu dan mau mendo’akan kita sungguh sebuah investasi akhirat yang nilainya tiada bandingannya.

Semoga selama masih hayat di kandung badan, kita mampu berinvestasi dalam tiga hal tersebut di atas. Sehingga Allah subhanahu wata’ala meridhoi kita semua.(put)

Sumber Team TV One

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *