14 Juli 2024
Bagikan Artikel

Liputan6.com, Jakarta Sedikitnya 48 unit armada kapal di Pelabuhan Ketapang Banyuwangi Jawa Timur disiapkan untuk angkutan Mudik Lebaran 2022.

Manajer Usaha PT ASDP Ketapang Banyuwangi Marsadik memperkirakan jumlah penumpang dari Pelabuhan Gilimanuk Bali pada arus mudik tahun ini naik hingga 10 persen.

“Kita mencoba untu memaksimalkan aramada kapal yang akan kita operasikan pada angkutan mudik lebaran 2022 nanti. Karena kita prediksi pada mudik tahun ini ada kenaikan hingga 10 persen,”ujar Marsadik, Rabu, (6/4/2022).

Dia mengatakan, Pelabuhan Ketapang juga telah memperbaiki sarana dan prasarana di kawasan Pelabuhan Ketapang maupun Pelabuhan Gilimanuk. Seperti loket untuk kendaraan roda dua dari 3 unit ditambah menjadi 4 unit.

Sedangkan untuk dermaga MB Ponton dari 3 yang dioperasikan pada saat angkutan mudik ditambah menjadi 4 dermaga.

“Selain aramada kapal, sarana penunjang lainya juga mulai kita persiapkan. Seperti loket masuk khusus roda dua kita tambah dari 3 menjadi 4 yang akan kita operasikan nantinya. Karena pada mudik nanti kita perkirakan kendaraan roda dua dan roda empat pribadi akan mendominasi,”tambah Marsadik.

Untuk puncak arus mudik lebaran tahun 2022 ini, dari Pelabuhan Ketapang Banyuwangi, diperkirkan terjadi pada H-2 lebaran. Karena saat itu, sudah memasuki libur Bersama Hari Raya Idul Fitri.

Puncak Arus Mudik

“Sebetulnya puncak mudik itu adanya di Pelabuhan Gilimanuk. Karena kalau di Ketapang sendiri mungkin arus baliknya. Kalau yang sudah- sudah itu eksisting untuk sarana. prasarana yang isnting saat ini,”papar Marsadik.

Marsadik menambahkan PT ASDP Ketapang juga telah menyiapkan sistem tiket elektronik atau e-ticket untuk mengurai antrean di Pelabuhan. Dengan adanya e-ticket diharapkan antrean yang biasa terjadi selama arus mudik lebaran dapat tertangani dengan baik.

“Kami sudah memberlakukan e-ticketing. Harapakan kami dengan tiket elektronik ini tidak ada lagi antrean penumpang terutama pada puncak arus mudik nanti,”tegas Marsadik.

Sejak tahun 2018 PT ASDP telah beralih ke pembayaran cashless. Sehingga tidak ada antrean orang membeli tiket di Pelabuhan. Sedangkan khusus di Pelabuhan penyeberangan Ketapang- Gilimanuk telah dikembangkan aplikasi Ferizy.

“Dengan adanya aplikasi ini, orang sudah harus memiliki tiket sebelum masuk Pelabuhan dan tidak ada lagi pembayaran secara tunai,”Pungkas Marsadik.

Herman Arifianto,Liputan6.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *