18 Juli 2024
Bagikan Artikel

Jabal Nur dan Jabal Tsur menjadi saksi bersejarah untuk proses penyebarannya agama Islam. Terutama untuk nabi kita yaitu Nabi Muhammad SAW berserta sahabat sejatinya Abu Bakar As Shiddiq yang hendak hijrah ke Madinah dalam niat menyebarkan agama Islam disana. 

Dalam menjalankan niat mulianya tersebut baginda Nabi Muhammad SAW dan sahabatnya Abu Bakar As Shiddiq mengalami halangan besar, mereka diserang dalam pengejaran yang dilakukan oleh kaum kafir Quraisy hingga diancam akan merencanakan pembunuhan. 

Alasan besar kafir Quraisy berusaha keras melakukan pengejaran yaitu, untuk menghalangi Nabi Muhammad SAW dan Abu Bakar As Shiddiq menyebarkan agama Islam di kota Madina. Kaum kafir Quraisy tidak menginginkan agama Islam semakin diketahui banyak orang. 

Kaum kafir Quraiys Abu Jahal dan Abu Lahab menentang habis-habisan segala dakwah Rasulullah dan mengintimidasi pengikutnya. Mereka khawatir ajaran yang dibawa Nabi Muhammad SAW bisa merusak agama nenek moyang kaum kafir Quraisy yaitu menyembah berhala.

Pengejaran itu dimulai ketika Nabi Muhammad SAW ditemani oleh sahabatnya Abu Bakar As Shiddiq melakukan perjalanan dari kota Makkah menuju kota Madinah. Dipertengahan jalan menuju Madinah serangan-serangan dari kaum kafir Quraisy mulai berjatuhan. 

Serangan yang dikirim kaum kafir Quraisy mulai tidak kondusif dan diluar kontrol kemampuan, akhirnya Nabi Muhammad SAW dan sahabatnya Abu Bakar As Shiddiq berlari menuju suatu gunung yaitu gunung Tsur, konon nama itu diberikan lantaran bentuk gunung yang mirip seperti Tsur atau lembu yang berdiri menghadap ke arah selatan.

Jabal Tsur terletak sekitar 6 kilometer dari Masjidil Haram. Gunung Tsur memiliki tiga puncak yang bersambungan dan berdekatan. Tinggi gua tersebut kira-kira 1,25 meter. Adapun panjang dan lebarnya sekitar 3,5 meter. Gua tersebut memiliki dua pintu di sebelah timur dan sebelah barat. 

Keadaan semakin genting dan terdesak, membuat Nabi Muhammad SAW dan sahabatnya Abu Bakar As Shiddiq kebingungan mencari tempat berlindung dari serangan-serangan hebat, sampai pada akhirnya Nabi Muhammad SAW dan sahabatnya bertemu sebuah gua di gunung itu.

Dipuncak Gunung Tsur terdapat gua yang sempit, gua tersebut bernama Gua Tsur, gua ini terletak 7 kilometer dari Makkah ke arah Thaif. Sekitar 6 km (3,5 mil) di sebelah timur laut kota Makkah dengan tinggi kira-kira 280 cm panjang itu sekitar 3 m dan dengan lebar antara 1.5-2 m. Untuk menembus gua tersebut agak sulit karena medan jalan yang cukup tinggi, terjal dan bebatuan. 

Di dalam Gua Tsur ini Nabi Muhammad SAW bersama sahabatnya Abu Bakar As Siddiq bersembunyi dan beristirahat selama tiga hari untuk menghindari niat jahat kaum Quraisy. 

Mereka berdua berusaha melindungi diri dan sangat setia untuk menemani satu sama lain, sehingga kejadian ini diabadikan dengan surah At-Taubah ayat 40 yaitu: 

اِلَّا تَنْصُرُوْهُ فَقَدْ نَصَرَهُ اللّٰهُ اِذْ اَخْرَجَهُ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا ثَانِيَ اثْنَيْنِ اِذْ هُمَا فِى الْغَارِ اِذْ يَقُوْلُ لِصَاحِبِهٖ لَا تَحْزَنْ اِنَّ اللّٰهَ مَعَنَاۚ فَاَنْزَلَ اللّٰهُ سَكِيْنَتَهٗ عَلَيْهِ وَاَيَّدَهٗ بِجُنُوْدٍ لَّمْ تَرَوْهَا وَجَعَلَ كَلِمَةَ الَّذِيْنَ كَفَرُوا السُّفْلٰىۗ وَكَلِمَةُ اللّٰهِ هِيَ الْعُلْيَاۗ وَاللّٰهُ عَزِيْزٌ حَكِيْمٌ

Artinya:

Jika kamu tidak menolongnya (Muhammad), sesungguhnya Allah telah menolongnya (yaitu) ketika orang-orang kafir mengusirnya (dari Mekah) sedang dia salah seorang dari dua orang ketika keduanya berada dalam gua, ketika itu dia berkata kepada sahabatnya, “Jangan engkau bersedih, sesungguhnya Allah bersama kita.” Maka Allah menurunkan ketenangan kepadanya (Muhammad) dan membantu dengan bala tentara (malaikat-malaikat) yang tidak terlihat olehmu, dan Dia menjadikan seruan orang-orang kafir itu rendah. Dan firman Allah itulah yang tinggi. Allah Mahaperkasa, Mahabijaksana.

Kaum Quraisy kehilangan jejak dan arah kemana perginya Nabi Muhammad SAW dan Abu Bakar As Shiddiq yang tiba tiba menghilang. Mereka merasa kesal dan marah sehingga membuat pembagian formasi dalam pengejaran. 

Sampai pada akhirnya para kaum Quraisy menemukan gua yang menjadi tempat persembunyian Nabi Muhammad SAW dan Abu Bakar As Shiddiq, mereka memeriksa gua dari segala arah dan menemukan pintu gua yang menjadi timbulnya rasa curiga bahwa Nabi Muhammad SAW dan Abu Bakar As Shiddiq terdapat didalam gua. 

Tetapi rasa curiga itu hilang disaat para kaum Quraisy melihat adanya sarang laba- laba utuh yang terdapat dipintu masuk gua tersebut. Yang jika di logika kan sangat tidak mungkin ada manusia yang masuk kedalam gua tanpa merusak dan mengubah bentuk si sarang laba-laba. 

Ternyata Allah SWT, memerintahkan makhluk yang mempunyai kaki banyak ini, untuk menolong Nabi Muhammad SAW dan Abu Bakar As Shiddiq dari pengejaran dan pembunuhan. 

Allah SWT memerintahkan seekor laba-laba untuk membuat sarang di mulut gua. Agar kaum Quraisy tidak dapat melihat keberadaan dari Nabi Muhammad SAW dan Abu Bakar As Shiddiq di dalamnya.

Adapun mengenai laba-laba ini tercantum dalam surah al-Ankabut pada ayat ke 41, yaitu: 

مَثَلُ الَّذِيْنَ اتَّخَذُوْا مِنْ دُوْنِ اللّٰهِ اَوْلِيَاۤءَ كَمَثَلِ الْعَنْكَبُوْتِۚ اِتَّخَذَتْ بَيْتًاۗ وَاِنَّ اَوْهَنَ الْبُيُوْتِ لَبَيْتُ الْعَنْكَبُوْتِۘ لَوْ كَانُوْا يَعْلَمُوْنَ

Artinya:

Perumpamaan orang-orang yang mengambil pelindung selain Allah SWT adalah seperti laba-laba yang membuat rumah. Dan sesungguhnya rumah yang paling lemah ialah rumah laba-laba, sekiranya mereka mengetahui.

Nabi Muhammad SAW dan Abu Bakar As Shiddiq pun selamat dan aman dalam peristiwa tersebut, selama kurang lebih 3 hari mereka berlindung didalam Gua Tsur. Tentunya hal ini terjadi karena mukjizat dan lindungan dari Allah SWT. 

Peristiwa tersebut membuat tempat ini akhirnya selalu dikunjungi dan masuk dalam rangkain wisata dan ziarah dari rombongan haji seluruh dunia. (ayu) 

Sumber tvonenews.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *