17 Juli 2024
Bagikan Artikel

Banyuwangi – Seorang wanita tewas tersambar Kereta Api Wijaya Kusuma jurusan Cilacap, Jawa Tengah-Banyuwangi di antara Stasiun Kalisetail dan Tegumuruh Banyuwangi. Belum diketahui pasti identitas korban.
Kecelakaan itu terjadi Senin (11/4/2022) pagi sekitar pukul 04.56 WIB. Lokasi kejadiannya ada di KM 60+5 yang berjarak sekitar 500 meter dari perlintasan sebidang Rel KA.

“Benar tadi pagi kami terima informasi dari teman-teman masinis melalui Pusdalops KA bahwa ada seorang wanita tertemper KA Wijaya Kusuma relasi Cilacap-Banyuwangi,” kata Pelaksana Harian Manajer Humas Daop 9 Jember Tohari kepada wartawan di Banyuwangi.

Menurut kronologi yang diceritakan oleh masinis, kata Tohari, korban saat itu berada di pinggir jalur kereta. Dia melanjutkan, masinis sebenarnya sudah memberikan peringatan tapi korban tetap tak mengindahkan peringatan itu. Tabrakan pun tidak bisa terhindarkan.

“Masinis sudah memberikan peringatan dengan membunyikan suling lokomotif berkali-lali. Namun korban tetap tak mengindahkan,” jelas Tohari.

Dari informasi yang diterima, Tohari menambahkan, korban berjalan di sebelah kanan bantaran rel. “Sudah diperingati tetapi korban tetap tak mengindahkan,” tambahnya.

Bila dilihat dari ciri-cirinya, kata Tohari, usianya sekitar 20 tahun. Petugas dari Polsek Sempu dibantu Unit lantas Polsek Genteng, Koramil Sempu, serta perangkat desa kemudian mendatangi lokasi kejadian. Petugas masih mencari tahu identitas maupun keluarga wanita malang itu.

Jenazah korban selanjutnya dilarikan ke instalasi kamar jenazah RSUD Genteng untuk proses identifikasi. Diharapkan warga yang merasa kehilangan salah satu keluarganya bisa segera mendatangi ruang jenazah RSUD Genteng.

“Korban tadi langsung dibawa ke RSUD Genteng menggunakan ambulans oleh petugas bersama tim relawan. Bagi masyarakat yang memiliki keluarga yang hilang dengan ciri-ciri serupa kami harap bisa langsung ke RSUD Genteng,” tegasnya.

Tohari pun mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas apapun di jalur rel kereta api. Sebab hal tersebut itu bisa membahayakan keselamatan.

“Kami minta masyarakat agar tidak melakukan aktivitas di sekitar jalur rel kereta. Baik untuk jalan, bermain, ataupun berolahraga,” pungkasnya.

Ardian Fanani – detikJatim

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *