17 Juli 2024
Bagikan Artikel

Banyuwangi – Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Banyuwangi mulai mengawasi daging sapi dan ayam, jelang lebaran 2022. Mereka melakukan sidak di beberapa pasar dan melakukan pengawasan di rumah pemotongan hewan.
Mereka membagi beberapa tim untuk disebar di seluruh Banyuwangi, Selasa (6/4/2022). Salah satunya di Pasar Blambangan, yang dikenal menjadi salah satu sentra penjualan daging sapi dan ayam.

Kegiatan ini mengantisipasi beredarnya daging campuran dan daging gelonggong. Sidak dilakukan di seluruh pasar daging dan pasar tradisional secara serempak. Targetnya, daging yang ditawarkan ke konsumen.

“Alhamdulillah, hasilnya tak ditemukan daging yang mencurigakan. InsyaAllah seluruhnya dipastikan layak konsumsi,” ujar M. Khoiri, Plt Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Banyuwangi kepada wartawan.

M. Khoiri menambahkan, mendekati Lebaran, pasokan daging di Banyuwangi naik tajam. Kini, permintaan daging sapi tembus hingga 41 ton per hari. Dari jumlah ini, pasokan daging yang tersedia mencapai 42 ton. Para pedagang sengaja mendatangkan sapi Bali, untuk memenuhi stok daging di Banyuwangi.

“Jadi, pasokan daging masih aman. Pemotong hewan mendatangkan ternak dari Bali, hampir 60 persen,” jelasnya.

Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Banyuwangi malah menemukan adanya kenaikan harga daging sapi di pasaran. Harga daging sapi rata-rata tembus Rp130 ribu hingga Rp140 ribu per kilogram. Dalam kondisi normal, harganya sekitar Rp110.000 per kilogram.

“Naiknya harga ini karena permintaan pasar. Dan, fenomena rutin jelang Lebaran,” tegasnya.

Selain sidak harga daging sapi, sidak juga menyasar pedagang daging ayam. Sasarannya, mengantisipasi penggunaan bahan kimia dalam daging.

“Tapi, hasilnya aman. Daging ayam potong yang dijual masih segar semua. Harganya, Rp 35 ribu per kilogram,” pungkas Khoiri.

Ardian Fanani – detikJatim

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *