18 Juli 2024
Bagikan Artikel

Banyuwangi – Pemulihan ekonomi dari dampak pandemi Covid-19 menjadi salah satu agenda prioritas Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani. Bupati perempuan itu pun meminta doa para ulama dan tokoh masyarakat agar berbagai agenda pemulihan ekonomi bisa berjalan lancar.

”Doa para kiai, habaib, ibu nyai, dan para tokoh masyarakat Insya Allah akan memperlancar semua ikhtiar kita semua dalam memulihkan ekonomi, dalam menghadirkan program yang bermanfaat bagi masyarakat,” ujar Ipuk saat menggelar pertemuan bersama para ulama dan tokoh masyarakat selama dua hari berturut-turut, Sabtu-Minggu (23-24/04/2022).

“Hubungan dan komunikasi yang baik antara pemerintah dengan ulama serta komponen masyarakat lainnya menjadi pilar penting dalam pembangunan di Banyuwangi. Hal inilah yang ingin kita capai dengan pertemuan-pertemuan yang intens ini,” imbuh Ipuk.

Berkat soliditas semua komponen masyarakat tersebut, lanjut Ipuk, sejumlah program dan agenda pemerintah berjalan dengan baik. Pertumbuhan ekonomi Banyuwangi berhasil rebound dari semula terkontraksi minus 3,58 persen pada 2020 menjadi positif 4,08 persen pada 2021.

”Tentu dampak dari pandemi ini kemiskinan di semua kabupaten/kota meningkat. Kita bergotong royong memitigasinya agar lonjakannya tidak tajam. Berdasarkan data BPS, kenaikan kemiskinan di Banyuwangi 0,01 persen dari 2020-2021 alias menjadi daerah yang kenaikan kemiskinannya terendah di Jatim,” ujar Ipuk.

Ipuk juga berterima kasih atas doa restu para tokoh agama dan tokoh masyarakat, sehingga vaksinasi Covid-19 di Banyuwangi berjalan cukup baik sesuai dengan target yang ditentukan.

Lebih jauh Ipuk juga memohon doa kepada segenap tokoh agama untuk keselamatan Banyuwangi. “Kami mohon doanya, agar kami selalu diberikan kekuatan dan petunjuk untuk memimpin Banyuwangi yang kita cintai ini lebih baik lagi,” pintanya.

Sejumlah tokoh agama hadir dalam sejumlah pertemuan tersebut dengan Bupati Ipuk selama Ramadan. Di antaranya Rais Syuriyah PCNU Banyuwangi KH. Zainulloh Marwan, KH. Mukhdlar Atim, KH. Nur Hadi, Kiai Sunandi Zubaidi, KH. Zarkoni, Habib Yahya Assegaf, dan sejumlah tokoh lainnya. Termasuk tokoh-tokoh perempuan, seperti Ning Ayik dari Pesantren Radlatul Mualimin, Tampo, Neng Kholil dan Ustazah Nur Laela.

Kegiatan itu sendiri digelar selama dua hari. Pada hari pertama, dilaksanakan di halaman Kantor Kecamatan Gambiran. Sedangkan hari kedua, bertempat di Pendopo Sabha Swagata Blambangan, Banyuwangi.

Selama Ramadan ini, Bupati Ipuk juga melakukan pertemuan intens dengan sejumlah tokoh agama dan masyarakat di berbagai kecamatan, termasuk dengan salat tarawih berjamaah.

“Kami ingin mengharap keberkahan Ramadan ini dengan menjalin silaturahmi dan memperat komunikasi dengan sejumlah pihak,” cetus Ipuk. (*)

Sumber banyuwangikab.go.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *