14 Juli 2024
Bagikan Artikel

Banyuwangi – Pemkab dan aparat keamanan di Banyuwangi menyiapkan pengamanan menjelang pelaksanaan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Group of Twenty (G-20), di Bali, November 2022 mendatang. Pengamanan KTT G20 itu juga diback up oleh Komando Resor Militer (Korem) 083/ Baladhika Jaya. 

Apel gelar pasukan pun dilakukan di Taman Blambangan Banyuwangi, Jumat (29/7/2022). Apel ini dipimpin langsung Komandan Korem 083/Baladhika Jaya, Kolonel Inf Yudhi Prasetiyo. Hadir pula Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani bersama anggota Forkopimda. Di antaranya Dandim Banyuwangi Letkol Kav Eko Julianto Ramadan, Danlanal Banyuwangi Letkol Laut (P) Ansori, Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol Deddy Foury Millewa, dan juga Ketua MUI Banyuwangi KH. M. Yamin.

Danrem Baladhika Jaya, Kolonel Inf Yudhi Prasetiyo mengatakan, kegiatan ini dalam rangka persiapan pengamanan imbangan pelaksanaan G-20. Mengingat Banyuwangi merupakan daerah yang berbatasan langsung dengan Bali.

Apel diikuti sejumlah personel gabungan TNI, Polri, Satpol PP, pemadam kebakaran, BPBD, mahasiswa, dan pramuka. 

“Apel gelar pasukan ini bertujuan membangun kewaspadaan di Banyuwangi. Sekaligus mengecek kesiapsiagaan seluruh unsur yang akan membantu mem-backup pengamanan KTT G-20,” katanya.

Danrem menjelaskan, metode pengamanan yang dilakukan di Banyuwangi berbeda dengan Bali. Aparat keamanan di Banyuwangi akan melakukan penyekatan di pelabuhan penyeberangan Ketapang-Gilimanuk, juga pelabuhan-pelabuhan kecil seperti, di Pantai Grajagan. 

“Sebagai daerah penyangga, kondusivitas Banyuwangi tentu sangat berpengaruh. Maka, kita akan mengedepankan pengamanan wilayah untuk mengantisipasi terjadinya gejolak yang bisa mengganggu pelaksanaan KTT G-20,” urainya.

“Selain sisi pengamanan, pariwisata juga bisa disiapkan. Begitu juga bandara, untuk mengantisipasi adanya delegasi yang kemungkinan akan menggunakan jalur darat dari Bandara Banyuwangi,” tambah Danrem.

Seluruh kegiatan pengamanan imbangan KTT G-20 ini akan dilakukan dengan memaksimalkan personil di Banyuwangi.

“Untuk jumlah personil masih dilakukan perhitungan. Yang jelas kita maksimalkan personil dari Banyuwangi. Jika memang diperlukan, kita kirim BKO dari Korem Baladhika Jaya,” tegasnya.

G20 adalah forum internasional yang beranggotakan 19 negara dan satu kawasan ekonomi, Uni Eropa. Forum ini fokus pada koordinasi kebijakan di bidang ekonomi dunia dan isu-isu penting terkait. Di antaranya perubahan iklim, energi global, dampak demografis hingga masalah populasi.

“Ini menjadi kebanggan kita, bangsa Indonesia. Kita harus sukseskan dan sikapi secara menyeluruh agar pelaksanaannya aman dan lancar. Maka dari itu, saya mengajak Babinsa, Babinkamtibmas, ormas, dan seluruh unsur lainnya, mari bersama-sama kita bangun kewaspadaan dan jaga stabilitas di wilayah masing-masing,” pungkas Danrem. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *