17 Juli 2024
Bagikan Artikel

Gempa magnitudo 5,8 mengguncang wilayah Kuta Selatan, Bali. Goncangan gempa juga dirasakan di Jawa Timur. Tercatat, warga Banyuwangi hingga Jember turut merasakan getaran gempa.
Gempa yang terjadi hingga 5 detik ini membuat warga berhamburan keluar rumah. Ternyata, gempa ini berpusat di Kuta Selatan, Bali.

BMKG Banyuwangi menyebut, gempa terjadi pukul 15:36:33 WIB. Sementara itu, koordinat gempa di 9.36 Lintang Selatan dan 115.59 Bujur Timur atau tepatnya 74 km tenggara Kuta Selatan, Bali. Gempa ini terjadi di kedalaman 124 km.

Prakirawan BMKG Banyuwangi, I Gede Agus Purbawa membenarkan adanya gempa yang berpusat di perairan Selatan Bali. Gempa dirasakan juga oleh warga Banyuwangi.

“Iya kita juga merasakan. Sesuai dengan data yang kami terima gempa berada di Tenggara Kuta Selatan,” ujarnya kepada wartawan, Senin (22/8/2022).

Ia menjelaskan, getaran gempa dirasakan di seluruh wilayah Banyuwangi. Getaran dirasakan antara II sampai IV MMI di Banyuwangi.

Untuk skala II MMI, artinya getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang. Lalu, skala IV MMI berarti pada siang hari, gempa dirasakan orang banyak dalam rumah, di luar oleh beberapa orang, gerabah pecah, jendela/pintu berderik dan dinding berbunyi.

“Semakin ke utara semakin mengecil. Tapi wilayah selatan itu dirasakan sampai 4 MMI,” tambahnya.

Sebelumnya, getaran gempa dirasakan cukup kuat hingga warga berhamburan keluar rumah. Gempa dirasakan sekira pukul 15.37 WIB, Senin (22/8/2022). Gempa terasa sangat kuat. Namun hanya terjadi sekira beberapa detik saja.

“Gempanya keras sekali. Terasa saat beberapa detik,” ujar Ahmad Suudy, salah satu warga.

detikJatim juga merasakan saat berada di DPRD Banyuwangi. Beberapa awak media pun berhamburan keluar dari ruang press room DPRD Banyuwangi.

“Iya ini takut juga khawatir ada apa-apa,” kata Hujaini.

Sementara itu, warga Kelurahan Tegal Besar, Kecamatan Kaliwates, Jember, Nur Imatus Safitri mengungkapkan, guncangan gempa terjadi dua kali.

“Iya tadi ada guncangan sebanyak 2 kali, hanya beberapa detik saja” kata Nur Imatus kepada detikJatim, Senin (22/8/2022).

Dia mengaku saat terjadi guncangan gempa, kepalanya sempat pusing. Guncangan gempa terasa setelah salat Asar.

“Saya tadi habis salat tidur-tiduran di lantai. Guncangan awal menurut saya agak besar. Karena terasa seperti digoyang dan membuat pusing. Berhenti sebentar terus ada guncangan lagi. Nggak lama hanya beberapa detik saja,” ujarnya.

Beruntung guncangan gempa tidak membuat perabotan rumahnya sampai berjatuhan. “Hanya gerak-gerak saja sebentar,” ujar perempuan ini.

Kendati demikian, baik BPBD Banyuwangi hingga BPBD Jember menyebut pihaknya belum menerima laporan kerusakan akibat guncangan gempa ini.

Plt Kepala BPBD Banyuwangi, Ilzam Nuzuli mengatakan, hingga saat ini belum ada laporan adanya kerusakan imbas dari gempa ini.

“Sampai saat ini masih belum ada laporan terkait dengan imbas dari gempa. Kita masih mencari dari relawan BPBD apakah ada rumah yang rusak,” ujarnya kepada detikJatim, Senin (22/8/2022).

Sedangkan BPBD Jember masih melakukan monitoring terkait dampak kerusakan yang terjadi akibat guncangan gempa tersebut.

“Kami masih monitor dampak dari gempa. Untuk sementara laporan yang masuk, hampir di seluruh kecamatan di Jember merasakan. Untuk kerusakan masih nihil, tapi kami koordinasi dengan relawan dan anggota TRC BPBD Jember di masing-masing wilayah,” jelas anggota Pusdalops BPBD Jember Rezha Pratama.

Sumber detik.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *