15 Juli 2024
Bagikan Artikel

Pemerintah sedang melakukan uji coba konversi gas LPG 3 kg ke kompor listrik. Apa sih bedanya kompor listrik dan kompor induksi? 
Dirut PLN Darmawan Prasodjo menyebut konversi mampu menghemat pengeluaran negara hingga Rp10,21 triliun per tahun jika 15,3 juta pengguna LPG 3 kg beralih ke kompor listrik atau induksi.

Sudah siap move on dari kompor gas ke kompor listrik pemerintah atau induksi? Anda perlu tahu beda kompor listrik dan kompor induksi meski keduanya sama-sama pakai listrik.

Meski sama-sama menggunakan tenaga listrik, ternyata kedua jenis kompor berbeda.

Berikut beda kompor listrik dan kompor induksi:
1. Cara kerja
Sophie Lane, manajer pelatihan produk di Miele, mengatakan dari segi tampilan baik kompor listrik maupun kompor induksi memang sama. Namun perbedaan utama dari keduanya adalah cara kerja atau cara mereka menciptakan panas.

Kompor listrik

“Kompor listrik menggunakan panas radiasi konvensional di mana panas ditransmisikan melalui konduksi,” kata Lane seperti dikutip dari Women and Home.

Saat dinyalakan, elemen pemanas akan memanaskan cincin aktif dan permukaan di sekitarnya. Panas ini kemudian berpindah dari permukaan kompor ke peralatan masak lalu bahan pangan.

Kompor induksi

Kompor induksi memanaskan makanan melalui induksi listrik.

Kompor memiliki kumparan tembaga yang dipasang di bawah permukaan yang menghasilkan medan magnet saat dinyalakan. Medan magnet hanya memanaskan dasar peralatan masak dan area permukaan lain relatif dingin.

2. Residu panas
Berikut beda kompor listrik dan kompor induksi dalam konteks residu panas.
Kompor listrik

Seperti dilansir dari Forbes, kompor listrik masih memiliki residu panas selama beberapa waktu. Usai memasak, Anda perlu memberikan jeda waktu jika ingin membersihkan permukaan kompor dari sisa makanan.

Biasanya, kompor listrik memiliki lampu indikator yang menunjukkan kompor masih panas.

Kompor induksi

Kompor induksi memungkinkan sebanyak 90 persen penggunaan listrik fokus untuk memanaskan makanan. Barangkali boleh dikatakan tidak ada energi yang sia-sia, memberikan panas instan dan suhu terkontrol.

Kompor induksi tidak memberikan Anda residu panas sebab ada udara antara kompor dan peralatan masak.

3. Biaya
Beda kompor listrik dan kompir induksi juga terlihat dari biaya. Rumah tangga akan mempertimbangkan pengeluaran jika beralih ke kompor bertenaga listrik. Beda kompor listrik dan kompor induksi bisa dilihat dari biayanya baik saat pembelian awal maupun operasionalnya.

Kompor listrik

Selain kompor gas, masyarakat cukup familiar dengan kompor listrik. Harga belinya pun lebih murah dibanding kompor induksi. Namun untuk urusan efisiensi energi, Anda kurang bisa mengandalkan kompor listrik.

Memasak dengan kompor listrik pun makin tidak efisien jika menggunakan peralatan masak yang tidak sesuai. Seperti dilansir dari Leaf Score, ukuran dasar peralatan masak musti sesuai dengan ukuran cincin penerima dan penghantar panas. Dasar panci, misal, yang tidak rata juga mempengaruhi efisiensi pemanasan.

Kompor induksi

Riset menunjukkan kompor induksi lebih hemat energi. Perbandingannya, kompor gas sekitar 40 persen efisien, kompor listrik 74 persen dan kompor induksi 84 persen. Kompor induksi pun lebih cepat memanaskan makanan.

Seperti dilansir dari Cookery Space, kompor induksi sangat sensitif terhadap temperatur dan sumber daya. Saat dimatikan, kompor langsung menurunkan suhu sehingga tidak membuang-buang energi.

Biasanya, kompor induksi dilengkapi dengan smart technology yang memungkinkan kompor memutus suplai energi jika mendeteksi tidak ada peralatan masak atau makanan untuk dipanaskan.

Hanya saja, harga kompor induksi rata-rata lebih mahal daripada kompor listrik. 

Setelah mengetahui beda kompor listrik dan kompor induksi, Anda pilih yang mana? 

sumber : cnnindonesia.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *