14 Juli 2024
Bagikan Artikel

Banyuwangi – Banyuwangi bisa dikatakan menjadi salah satu daerah dengan destinasi wisata alam kelas wahid yang ada di Indonesia. Namun kondisi Banyuwangi tidak bisa dilihat hanya dari sisi keelokan alamnya saja. Di balik itu semua ada satu hal yang harus disadari dan diwaspadai oleh masyarakat yang tinggal di wilayah setempat.
Memiliki luas 5.782 kmĀ² wilayah yang akrab disebut Bumi Blambangan ini memiliki aset kekayaan alam lengkap.

Di antaranya kaya akan air dan unsur hara karena dikelilingi jajaran gunung berapi yang berpengaruh positif terhadap kesuburan tanah. Hutan dan taman nasional yang menjadi habitat flora fauna langka dan dilindungi.

Pun dengan perairan, lokasinya yang berada di ujung timur Jawa dan bersebelahan dengan Bali, menjadi anugerah dengan laut yang luas dengan keindahan pantainya yang memiliki pasir beragam.

Tak heran bila kemudian kota berjuluk Sunrise of Java ini menjadi jujukan bagi wisatawan lokal maupun mancanegara.

Dari data Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) setempat, tiap tahun rata-rata ada 2 juta hingga 3 juta wisatawan yang hilir mudik melipir ke Banyuwangi.

Namun, potensi kebencanaan yang luar biasa sebanding dengan keindahan alamnya. Patut disadari bahwa keindahan alam dan potensi bencana bak dua sisi koin yang tidak dapat dipisahkan.

“Alam indah itu terbentuk karena faktor geologi. Jadi ya menjadi satu paket. Dari sisi geologi, Banyuwangi adalah etalase bencana. Jadi, semua potensi bencana itu di sini ada,” kata Abdillah Baraas, Ketua Geopark Ijen dalam agenda gesah bareng mahasiswa hingga masyarakat umum soal kebencanaan, Jumat (14/10/2022).

Agenda yang digelar di Aula Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Banyuwangi ini sengaja digelar memperingati Hari Pengurangan Risiko Bencana Internasional.

Kegiatan bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran mitigiasi masyarakat yang tinggal di daerah potensi bencana.

Menurut Abdillah Baraas, bencana alam merupakan siklus yang sewaktu-waktu bisa terulang. Berbagai potensi bencana di Banyuwangi diantaranya adalah gunung api meletus, gempa bumi, tsunami, likuifaksi, hingga bencana hidrometeorologi.

Mengapa begitu kompleks? Abdilah beralasan letak Banyuwangi dekat dengan dua lempeng besar yakni Lempeng Indo-Australia dan lempeng Eurasia.

“Di era sekarang ini, hanya segelintir orang yang paham dengan potensi bencana yang kita miliki. Padahal kita hidup di daerah yang punya etalase bencana,” tegasnya.

“Oleh karena itulah melalui edukasi yang kita lakukan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran seluruh lapisan masyarakat paham dengan kebencanaan serta upaya mitigasi bencana yang harus dilakukan,” tandasnya.

sumber detik.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *