14 Juli 2024
Bagikan Artikel

Banyuwangi –

Upaya penanganan longsor di jalan masuk Dusun Sukamade dilakukan oleh Pemkab Banyuwangi. Hal ini dilakukan untuk membuka daerah yang terisolir di Dusun dan destinasi wisata Sukamade, Desa Kandangan, Kecamatan Pesanggaran Banyuwangi.

Hal itu diungkapkan oleh Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani, saat mengunjungi lokasi banjir di Kecamatan Pesanggaran, Minggu (16/10/2022). Dalam kesempatan itu, Ipuk juga ingin memastikan penanganan bencana longsor di Dusun Sukamade, Desa Sarongan, Pesanggaran. Hujan dengan intensitas tinggi menyebabkan longsor sehingga akses menuju wilayah Sukamade terputus.

Bupati Ipuk meminta BPBD dan Dinas terkait untuk membuka akses jalan yang tertimpa longsor. Bupati Ipuk mengatakan pihaknya telah memerintahkan Dinas PU Bina Marga Cipta Karya dan Tata Ruang (BMCK-TR) mengirimkan alat berat untuk penanganan longsor di titik kilometer 6,7 dan 8.

“Iya butuh alat berat untuk tangani longsornya. Sudah disiapkan,” ujarnya kepada detikJatim.

Ipuk mengaku penyiapan alat berat sudah dilakukan beberapa hari yang lalu. Namun karena adanya banjir di Kecamatan Pesanggaran, alat berat tidak bisa masuk ke kawasan itu.

“Kami sebenarnya sudah akan kirim tapi karena kendala banjir maka tidak bisa jalan ke sana (lokasi longsor),” katanya.

Selain itu, pihaknya juga memerintahkan BPBD dan Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana untuk memastikan stok makanan warga yang terisolir.

“Saya juga memastikan BPBD dan Dinas Sosial terkait stok makanan warga Sukamade. Kita terus koordinasi dan saya pantau terus,” imbuhnya.

Diberitakan sebelumnya, bencana tanah longsor kembali terjadi di jalur menuju destinasi wisata Sukamade, Desa Kandangan, Kecamatan Pesanggaran Banyuwangi. Kali ini tebing di kilometer 6 dan 7 longsor. Tanah bercampur lumpur dan beberapa pohon tumbang di kawasan tersebut.

Sebelumnya, longsor terjadi di kilometer 8, pada Jumat pagi (14/10/2022). Sebanyak 5 pohon besar tumbang dan tanah bercampur lumpur menutupi akses jalan. Sebanyak 300 KK terisolir imbas dari kejadian itu.

Kepala Dusun Sukamade, Fery Nafaro mengatakan saat ini warganya yang terisolir sudah mengeluhkan kurangnya bahan makanan. Sebab sudah dua hari ini kendaraan pemasok bahan makanan tak bisa melalui jalur karena adanya bencana tanah longsor.

“Stok makanan di Dusun Sukomade sudah mulai menipis,” ujarnya kepada wartawan, Sabtu (15/10/2022).

Bahkan, beberapa toko yang menjual bahan makanan pun saat ini stoknya menipis. Hal ini jika berlanjut hingga beberapa hari kedepan, warga Sukamade terancam kelaparan.

Fery mengaku, di Dusun Sukamade terdapat 298 warga. Mereka adalah pekerja kebun, petani dan pekerja di destinasi wisata.

“Kalau ini dibiarkan. Maka warga saya akan kelaparan,” keluhnya.

Sumber detik.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *