17 Juli 2024
Bagikan Artikel

beritabanyuwangi.com, Banyuwangi – Minggu 16 Oktober, Masjid Hasyim Asy’ari yang terletak di Jalan Raya Grajagan, Dusun Kopen, Kradenan, Kecamatan Purwoharjo, Kabupaten Banyuwangi terlihat masyarakat khusuk dan penuh semangat mengumandangan lantunan bacaan salawat dan Al-Barjanji.

Mereka sedang memperingati hari kelahiran Nabi Muhammad SAW atau yang biasa disebut Mauludan. Mereka secara bersahut-sahutan membaca kitab Al-Barjanji yang tebalnya 100 halaman lebih sampai hatam.

Peringatan Maulid Nabi di Banyuwangi, berbeda dengan di daerah lain. Di Kabupaten Ujung Timur Pulau Jawa ini, ada sebuah tradisi dalam peringatan Maulaid Nabi yang disebut tradisi endog-endogan.

Endog jika diartikan dalam bahasa Indonesia berarti telur. Telur tersebut direbus dan diletakkan padawadah yang diberi tusukan bambu kecil yang dibalut dengan kertas hias dan biasa disebut dengan kembang endog. Kembang endog ini ditancapkan pada jodang, yaitu pohon pisang yang juga dihias dengan kertas warna–warni.

Biasanya dalam satu jodang berisi 30, 35 bahkan hingga 100 kembang endog kemudian jodang-jodang yang sudah ditancapi kembang endog diarak keliling kampung dengan menggunakan mobil bak terbuka ataupun dengan menggunakan becak, dan diringi dengan iringan musik dari remaja remaja masjid yang ikut serta memeriahkan acara tersebut dengan hadrahnya.

Telur sendiri dipilih dikarenakan mempunyai banyak manfaat yang dapat mencerminkan salah satu gelar Rasulullah SAW yaitu Rahmatan Lil Alamin atau rahmat bagi semesta alam. Selain itu telur dari bagian luar maupun bagian dalamnya sama sama lembut,bersih,dan halus. Ini dapat diartikan sebagai sifat Nabi Muhammad SAW yang penyayang,lemah lembut dan juga rendah hati.

Endog atau telur sendiri juga memiliki tiga lapisan yang terdiri dari kuning telur. Putih telur, dan cangkang. dan berkaitan dengan kelahiran Nabi Muhammad SAW ketiga lapisan tersebut mempunyai makna simbolik tersendiri.

Perayaan maulid Nabi Muhammad SAW ini diharapkan dapat mengeratkan tali silaturahmi antar sesama warga warga masyarakat dan juga meningkatkan kesadaran dalam hal berbagi dengan sesama.  

Penulis dan Editor : Kurnia Maulida Farashovy

Sumber : Beritabanyuwangi.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *