17 Juli 2024
Bagikan Artikel

Banyuwangi – Peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2022 ditandai dengan apel santri di Pendopo Sabha Swagata Blambangan, Sabtu (22/10/2022). Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani yang menjadi inspektur apel tersebut menyampaikan sejumlah pesan dalam hari yang memperingati lahirnya Resolusi Jihad melawan penjajah pada 22 Oktober 1945 itu.

Menurut Ipuk, santri harus terlibat aktif dalam mendarmabaktikan hidupnya untuk bangsa dan negara. Jika para santri terdahulu baktinya dengan jihad mempertahankan kemerdekaan melawan agresi militer, maka sekarang adalah mengabdi dalam bentuk yang relevan dengan tantangan zaman saat ini.

“Mari kita ambil pelajaran dari para santri terdahulu. Santri tidak hanya belajar mengaji, namun juga punya tanggung jawab sosial. Sebagaimana dicontohkan oleh Hadratusyekh KH. Hasyim Asy’ari. Beliau tidak hanya mengaji, tapi aktif pula berjuang memperjuangkan sekaligus mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia,” ungkapnya.

Tanggung jawab sosial santri, lanjut Ipuk, salah satunya di bidang pemberdayaan ekonomi masyarakat bawah. “HSN bisa jadi starting point bagi santri membangkitkan jiwa kewirausahaan (santripreneur), memanfaatkan potensi lokal sekitar pesantren. Dengan penguatan ekonomi ini, akan turut berkontribusi dalam menjaga martabat bangsa sebagaimana tema HSN kali ini,” terangnya.

Untuk memulai hal tersebut, imbuh Ipuk, tidak harus menunggu modal besar. Tapi, bisa dilakukan dengan hal sederhana dengan potensi yang ada. “Misal produksi kripik pisang, olahan buah naga, atau potensi lain yang dapat dimanfaatkan di sekitar pesantren,” ujarnya.

Selain itu, tambah Ipuk, para santri juga bisa mengikuti sejumlah program yang dicanangkan oleh Pemerintah Kabupaten Banyuwangi. Seperti halnya Jagoan Banyuwangi, Santripreneur, hingga Banyuwangi Youth Network. “Serap maksimal seluruh potensi yang ada agar bisa meningkatkan kecakapan hidup sehingga mampu mandiri  sosial ekonominya,” terangnya.

Jika santri Banyuwangi turut bergerak bersama dalam membangun kemandirian ekonomi tersebut, akan memiliki dampak luar biasa. Sebagaimana data Kementerian Agama (kemenag) Banyuwangi, ada 205 pesantren dan lebih dari 37 ribu santri. “Kehadiran santri menjadi vital bagi pembangunan Banyuwangi,” tuturnya.

Selain di pendopo, apel santri HSN 2022 di Banyuwangi juga dilaksanakan hampir di seluruh kecamatan. Di antaranya di Kecamatan Tegaldlimo yang dipimpin oleh Wakil Bupati Banyuwangi Sugirah. Sebanyak 700 santri mengikuti apel di Tegaldlimo tersebut.

 Sedangkan, rangkaian HSN 2022 di pendopo sendiri dilanjutkan dengan sholawat dan doa bersama serta ditutup dengan tausiyah dari Habib Muhsin al-Habsyi. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *