14 Juli 2024
Bagikan Artikel

Banyuwangi – Program Bupati Ngantor di Desa (Bunga Desa) yang dicanangkan oleh Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani terus bergulir. Digelar tiap hari Rabu, pada pekan ini giliran Desa Barurejo, Kecamatan Siliragung yang menjadi tuan rumah. Sebagaimana sebelumnya, pengembangan Usaha Kecil Mikro (UKM) terus menjadi prioritas kegiatan.

“Bunga Desa ini menjadi salah satu instrumen pengembangan ekonomi arus bawah. Hal ini menjadi skala prioritas kami, terutama untuk pemulihan ekonomi pasca pandemi ini,” ungkap Ipuk saat menghadiri Bunga Desa pada Rabu (19/10/2022), 

Dalam rangkaian Bunga Desa tersebut, digelar sejumlah pelatihan bagi para pemuda desa ataupun ibu-ibu rumah tangga untuk meningkatkan skill mereka. Di antaranya adalah pelatihan merias yang ditujukan kepada para pemudi dan membuat kue kering untuk ibu-ibu rumah tangga. Mereka tidak hanya dilatih, tapi juga diberi bantuan alat agar bisa praktik dan merintis usaha.

“Tidak hanya berhenti di sini. Mereka nanti bisa mengikuti pelatihan lanjutan maupun mengakses pendampingan sampai bisa mandiri. Harapannya, nanti bisa menjadi penghasilan tambahan untuk keluarganya,” terang Ipuk.

Selain menggelar pelatihan, dalam Bunga Desa tersebut, Ipuk juga mengunjungi pengrajin batik di desa setempat. Hal ini sebagai upaya untuk membantu mempromosikan potensi ekonomi lokal. 

“Sekarang kita berkunjung ke Citra Batik. Di sini, ada batik cap, juga batik tulis. Desainnya fresh dan kualitasnya cukup baik,” kata Ipuk.

Ipuk juga mengunjungi kediaman Abdul Manan. Rumahnya baru saja rampung usai diikutsertakan dalam Festival Bedah Rumah. Menariknya, rumah yang sudah layak huni itu, juga ia manfaatkan untuk usaha potong rambut.

Melihat kegigihan Abdul Manan tersebut, Ipuk juga memberikan bantuan seperangkat alat potong rambut dan perlengkapan lainnya. “Semoga usahanya semakin berkembang dan dapat menjadi penghasilan yang mencukupi kebutuhan keluarga,” ujar Ipuk.

“Terima kasih, Ibu Bupati. Saya senang sekali bisa dapat peralatan ini. Selama ini saya cuman bisa mbatin (membatin) saja pengen beli alat ini, gak punya uang. Terima kasih, Bu,” ujar Abdul Manan dengan wajah sumringah.

Selain memfokuskan pengembangan ekonomi arus bawah, Bunga Desa juga dirangkai dengan sejumlah kegiatan pelayanan publik. Mulai dari administrasi kependudukan, perizinan usaha, pengurusan pajak, BPJS Ketenagakerjaan, hingga berbagai layanan di bidang pendidikan.

“Di Barurejo ini, kita juga sempatkan untuk bersilaturahmi dengan para tokoh masyarakat serta perangkat desa dan BPD (Badan Permusyawaratan Desa) se Kecamatan Siliragung,” pungkas Ipuk. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *