17 Juli 2024
Bagikan Artikel

– Beberapa negara G20 yang juga tergabung dalam aliansi G7 dan NATO mengadakan rapat darurat di Bali, Rabu (16/11/2022). Hal ini untuk membahas serangan Rusia ke Ukraina, yang juga diduga mengenai wilayah Polandia.

Dalam pernyataannya G7 bersepakat untuk mengutuk serangan Rusia ke infrastruktur sipil Ukraina pada Selasa. Negara-negara yang terdiri dari Kanada, Uni Eropa (UE), Prancis, Jerman, Italia, Jepang, Belanda, Spanyol, Inggris, dan Amerika Serikat (AS)

“Kami menegaskan kembali dukungan teguh kami untuk Ukraina dan rakyat Ukraina dalam menghadapi agresi Rusia yang sedang berlangsung,” ujar pernyataan resmi yang diunggah dalam situs Komisi Eropa, dalam pernyataan pers yang diterima CNBC Indonesia.

“Selain itu, kami juga menyatakan kesiapan kami yang berkelanjutan untuk meminta pertanggungjawaban Rusia atas serangannya yang kurang ajar terhadap komunitas Ukraina,” tambahnya.

Terkait Polandia, negara-negara tersebut sepakat untuk mendukung penyelidikan terkait apakah rudal tersebut memang ditembakan oleh Rusia secara sengaja. yang Perlu diketahui, Polandia adalah negara anggota NATO dan UE. 

“Kami menawarkan dukungan penuh dan bantuan untuk penyelidikan yang sedang berlangsung di Polandia. Kami setuju untuk tetap berhubungan erat untuk menentukan langkah selanjutnya yang tepat saat penyelidikan berlangsung,” tambah pernyataan itu.

Presiden AS Joe Biden sendiri telah memberi komentar soal ini. Menurutnya, ada laporan awal yang menyatakan rudal yang mendarat dan menewaskan warga di Polandia kemungkinan bukan berasal dari Rusia.

“Ada informasi awal yang membantahnya. Saya tidak ingin mengatakannya, sampai kami benar-benar menyelidikinya,” jawab Biden kepada AFP, Rabu (16/11/2022).

“Tidak mungkin di benak saya bahwa itu terlintas ditembakkan dari Rusia. Tapi kita lihat saja nanti,” jelasnya lagi.

Sementara itu, Presiden Polandia Andrzej Duda juga memberi update sebelumnya soal serangan rudal yang jatuh ke negaranya. Ia menegaskan belum ada bukti jelas siapa yang menembakkan rudal tersebut.

Namun ia mengklaim “kemungkinan besar buatan Rusia”. Polandia juga diketahui memanggil duta besar Rusia di Warsawa untuk menjelaskan ini.

“Untuk saat ini kami tidak memiliki bukti tegas siapa yang menembakkan rudal itu,” katanya kepada wartawan, dimuat AFP, Rabu (16/11/2022).

“Penyelidikan sedang berlangsung. Kemungkinan besar itu buatan Rusia,” tambahnya.

Rusia, di sisi lain, telah membantah hal ini. Kementerian Pertahanan Rusia menyebut tuduhan ini sebagai provokasi yang disengaja untuk meningkatkan situasi.

“Pernyataan media dan pejabat Polandia tentang dugaan jatuhnya rudal ‘Rusia’ di wilayah pemukiman Przewodow adalah provokasi yang disengaja untuk meningkatkan situasi,” jelasnya dalam keterangan yang diperoleh CNN International.

sumber : cnbcindonesia.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *