17 Juli 2024
Bagikan Artikel

Kuala Lumpur –

Hujan dan banjir menyelimuti Malaysia yang tengah menggelar pemilu ke-15 pada Sabtu (19/11) waktu setempat. Warga di negara bagian Sarawak tetap mengantre di tengah genangan banjir, sedangkan peringatan badai petir dirilis untuk negara bagian Johor dan Sabah.

Seperti dilansir Channel News Asia, Sabtu (19/11/2022), seorang pengguna Facebook di wilayah Baram, Sarawak, mengunggah sejumlah foto yang menunjukkan antrean panjang para pemilih di tengah genangan banjir setinggi lutut di salah satu tempat pemungutan suara (TPS).

Laporan media lokal, Borneo Post, menyebut antrean panjang para pemilih terpantau di TPS Long Bemang yang ada di wilayah Baram

, Sarawak, mengunggah sejumlah foto yang menunjukkan antrean panjang para pemilih di tengah genangan banjir setinggi lutut di salah satu tempat pemungutan suara (TPS).

Laporan media lokal, Borneo Post, menyebut antrean panjang para pemilih terpantau di TPS Long Bemang yang ada di wilayah Baram yang tengah dilanda banjir. Para pemilih tampak masih berbaris rapi di tengah genangan banjir.

Disebutkan Borneo Post bahwa warga harus berjalan menembus banjir untuk bisa menjangkau TPS yang didirikan di sekolah setempat. Beberapa bahkan ada yang berangkat ke TPS dengan menggunakan perahu panjang di tengah genangan banjir.

Meski dilanda banjir, proses pemungutan suara di wilayah Baram tidak terganggu. Laporan kantor berita Bernama menyebut proses pemungutan suara di area-area terdampak banjir tetap berjalan sesuai jadwal, dengan beberapa perubahan dilakukan terhadap lokasi TPS.

Komisioner Kepolisian Sarawak menuturkan kepada wartawan bahwa pemungutan suara di area-area terdampak banjir di wilayah Baram masih berlangsung, dengan hanya lokasi TPS yang berubah.

“Hingga sekarang saya belum menerima laporan soal masalah apa pun dan kami akan selalu mengupdate perkembangan terbaru,” sebutnya.


Situasi serupa dilaporkan terjadi di wilayah Perak, namun media lokal Utusan Malaysia menyebut para pemilih juga masih bertekad menggunakan hak suara mereka di tengah banjir.

Menurut laporan media lokal, salah satu korban banjir menyatakan dirinya bersemangat untuk memilih dan telah pulang ke kampung halamannya sejak pekan lalu. Dia juga menuturkan dirinya siap menghadapi kendala apa pun demi bisa menggunakan hak suaranya dalam pemilu, termasuk potensi banjir parah.

Diketahui bahwa pemilu Malaysia pada 19 November ini digelar sekitar 10 bulan lebih cepat dari jadwal. Partai UMNO yang kini berkuasa meyakini pemilu lebih awal akan menghasilkan mandat yang lebih kuat. Namun para pengkritik menyebut pemilu yang dipercepat hanya akan mengalihkan perhatian pemerintah dari penanganan dampak musim penghujan parah yang seringkali memicu banjir di area pantai timur Malaysia.

Diketahui bahwa pemilu Malaysia pada 19 November ini digelar sekitar 10 bulan lebih cepat dari jadwal. Partai UMNO yang kini berkuasa meyakini pemilu lebih awal akan menghasilkan mandat yang lebih kuat. Namun para pengkritik menyebut pemilu yang dipercepat hanya akan mengalihkan perhatian pemerintah dari penanganan dampak musim penghujan parah yang seringkali memicu banjir di area pantai timur Malaysia.

Selain banjir, peringatan badai petir yang diwarnai hujan deras dan angin kencang telah dirilis oleh Departemen Meteorologi Malaysia, dalam pernyataan via Facebook, untuk negara bagian Johor (Batu Pahat, Kluang, Pontian, Kulai, Kota Tinggi dan Johor Bahru) dan Sabah (Tawau dan Sandakan).

Menurut Departemen Meteorologi Malaysia, peringatan badai dirilis saat ada tanda-tanda badai petir dengan intensitas hujan melebihi 20mmh, yang ‘hampir atau diperkirakan akan berlangsung selama lebih dari satu jam’. Peringatan badai itu berlaku hingga Sabtu (19/11) sore sekitar pukul 15.00 waktu setempat.

Sumber detik.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *