18 Juli 2024
Bagikan Artikel

Banyuwangi –

Siswa di Banyuwangi berkesempatan belajar bersama tim rescue perusahaan pertambangan se Indonesia. Ajang rescue ini selain untuk belajar, juga digelar kompetisi.

Agenda Indonesian Fire & Rescue Challenge Goes to School (IFRC Goes to School) digelar di SMAN 1 Giri, Banyuwangi, Selasa (22/11/2022). Sejak awal kegiatan, para pelajar terlihat sangat antusias. Mereka cukup serius mengikuti materi serta praktik penyelamatan.

Mewakili 24 Emergency Response Team (ERT) peserta IFRC ke-19, untuk tampil sebagai mentor didepan para siswa adalah Supiansyah, dari PT Antareja Mahada Makmur. Ada tiga poin penting yang dia paparkan. Meliputi, persiapan dalam menghadapi bencana, teknik dan Medical Aspect.

Suasana makin terasa hidup ketika memasuki sesi praktik atau peragaan. Beberapa siswa diminta untuk maju. Ada yang berperan sebagai korban, lainnya menjadi tim rescue.

“Keberadaan tim rescue itu sangat diperlukan. Bukan hanya saat ada bencana saja. Tapi juga untuk kehidupan sehari-hari juga sangat penting,” kata Supiansyah

IFRC Goes to School yang digelar di aula SMAN 1 Giri tersebut diikuti 100 orang siswa lintas sekolah. Di antaranya SMAN 1 Giri, SMAN 1 Banyuwangi, SMAN 1 glagah, SMAN 1 Rogojampi, SMA Hikmah Mandala dan SMKN 1 Glagah.

Gebyar Chondro, siswa kelas 11 IPA SMAN 1 Giri mengaku beruntung bisa mendapat materi tentang rescue secara langsung dari peserta IFRC ke-19. Bukan hanya menjadi tambahan ilmu dan wawasan. Tapi juga memberi motivasi tersendiri.

“Beruntung bisa mendapatkan materi semacam ini. Karena nantinya dapat diimplementasikan secara langsung baik di lingkup sekolah, keluarga ataupun masyarakat,” katanya.

Kepala SMAN 1 Giri, Mujib, mengacungi jempol atas pelaksanaan IFRC Goes to School. Menurutnya kegiatan tersebut

mampu membuka wawasan siswa tentang profesi rescue.

“Profesi ini banyak dilihat, namun bagaimana proses kerjanya yang masih banyak belum orang ketahui,” ungkapnya.

Sementara Penyelenggara IFRC ke-19 di Banyuwangi, Muhammad Idrus mengatakan bahwa agenda semacam itu memang rutin dilakukan setiap kali event IFRC berlangsung. Selain IFRC Goes to School, biasanya ikut dilakukan pelatihan kepada emak-emak tentang bagaimana menggunakan Alat Pemadam Api Ringan (APAR).

“Materi biasanya kami sesuaikan dengan auidens. Sosialisasi dengan materi dikemas ringan semacam ini harapannya bisa lebih mudah diingat dan diimplementasikan,” ujarnya.

Direktur Utama PT Bumi Suksesindo (PT BSI), Adi Adriansyah Sjoekri, berharap pelaksanaan IFRC ke-19 mampu membawa dampak positif untuk Banyuwangi. Mulai dari tumbuh kembang sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. Peningkatan penghasilan masyarakat lokal serta pelaku UMKM. Dan yang tak kalah penting bisa menjadi wahana

edukasi masyarakat serta para pelajar di Bumi Blambangan.

“Mewakili perusahaan, kami berkomitmen untuk terus memberikan manfaat kepada masyarakat Banyuwangi, dan khususnya masyarakat ring satu perusahaan,” katanya.

Untuk diketahui, IFRC ke-19 ini digelar di Banyuwangi, Jawa Timur, sejak tanggal 14 – 23 November 2022. Sebagai tuan rumah kegiatan adalah PT BSI, operator tambang emas di Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi.

Dalam event yang digawangi Pengurus Perhimpunan Profesi Penyelamat Pertambangan dan Energi Indonesia (Pertapindo), selaku reorganisasi dari BOD IFRC, 24 tim rescue yang menjadi peserta diwajibkan menyelesaikan delapan Challenge. Yaitu Structural Firefighting (SFF), Road Accident Rescue & Mass Casualty Response (RAR & MCR), High Angel Rescue (HAR), Hazmat Spill Response (HSR), Confined Space Rescue (CSR), Firefighter Competency Test (FCT), Water Rescue (WTR), dan Firefighter Fitness Drill (FFD).

Untuk venue atau lokasi perlombaan, PT BSI yang merupakan anak perusahaan PT Merdeka Copper Gold Tbk memilih empat tempat ikonik Banyuwangi, Meliputi, site PT BSI, destinasi Pantai Pulau Merah, Pantai Marina Boom Banyuwangi dan Gedung Wanita. Hal itu sengaja dilakukan sebagai bukti sinergi dan dukungan terhadap program Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi. Khususnya dalam mendorong tumbuh kembang sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

sumber detik.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *