18 Juli 2024
Bagikan Artikel

Berita Banyuwangi – Desa-desa di Kabupaten Banyuwangi kini mulai menerapkan arsip digital. Berbagai dokumen strategis yang sebelumnya disimpan dalam bentuk fisik, kini juga diarsipkan secara digital. Utamanya dokumen kepemilikan tanah, seperti Letter C, Krawangan, dan Peta Blok.

“Pengalihan dokumen-dokumen penting ke digital, memang diperlukan untuk menghindari kerusakan atau hilang. Misalnya terjadi bencana, dokumen-dokumen vital desa akan terhindar dari resiko kerusakan seperti yang terjadi pada dokumen kertas. Misalnya robek, berjamur, atau lapuk,” kata Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani, Selasa (6/12/2022).

Ipuk sendiri telah melihat proses digitalisasi arsip di sela-sela rangkaian program Bupati Ngantor di Desa (Bunga Desa) di Desa Wringin Putih, Kecamatan Muncar, pada 30 November 2022 lalu. “Ini menjadi solusi untuk pengelolaan dokumen yang jauh lebih efektif. Desa pastinya juga akan sangat terbantu,” kata Ipuk 

Desa Wringin Putih merupakan salah satu desa yang telah melakukan alih media penyimpanan arsip vital desa. Sejumlah arsip Letter C milik warga setempat di-scan lalu disimpan dalam bentuk file. 

Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (Dispusip) Kabupaten Banyuwangi, Zen Kostolani menjelaskan bahwa digitalisasi arsip merupakan bagian dari upaya penyelamatan dokumen strategis di desa. Dari aspek keamanan dan keawetan, kata dia, penerapan arsip digital jauh lebih terjamin. 

Ditambakan dia, program alih media arsip vital desa ini telah dilakukan sejak beberapa waktu lalu. 

“Saat ini ada 15 desa yang sudah menerapkan arsip digital. Kita akan terus geber program ini, secara bertahap seluruh desa bisa menerapkan program ini sehingga arsipnya menjadi aman dan tertata lebih rapi,” kata Zen.

Sementara itu, Kepala Desa Wringin Putih, M. Nur Hadi, mengatakan sangat antusias dengan program digitalusasi arsip ini. Menurutnya, ini akan meningkatkan kemananan dokumen-dokumen penting yang dimiliki warga. 

“Kami senang dengan program ini, termasuk aparat-aparat kami antusias untuk ikut pelatihannya. Arsip yang dibutuhkan sewaktu-waktu pun, kita mencari file-nya lebih mudah dibanding arsip fisik,” kata Nur. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *