14 Juli 2024
Bagikan Artikel

Berita Banyuwangi – Ratusan ahli geologi dari dalam dan luar negeri berkumpul di Kabupaten Banyuwangi. Sekitar 300 geolog tersebut berasal dari berbagai wilayah di Indonesia, serta beberapa negara di dunia seperti Turki, Taiwan, Canada, Australia, dan Peru.

Rombongan ahli geologi ini ke Banyuwangi untuk mengikuti kegiatan annual convention ke-14, yang digelar oleh Masyarakat Geologi Ekonomi Indonesia (MGEI). Sebuah organisasi yang mewadahi para penggiat geologi ekonomi khususnya yang bergerak di bidang usaha pertambangan mineral dan batubara. 

Rangkaian Annual Convention MGEI tersebut digelar satu pekan penuh sejak Minggu (4/12/2022) hingga (11/12/2022).  Banyuwangi dipilih sebagai tuan rumah pelaksanaan convention setelah dua tahun sebelumnya dilakukan secara virtual akibat pandemi covid-19.  

Ketua Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) Burhanudin Nur mengatakan, digelarnya annual convention di Banyuwangi sangat tepat. “Selain aksesibilitasnya memadahi, Banyuwangi juga memiliki sejumlah situs geologi yang luar biasa. Seperti Gunung Ijen dan Pantai Pulau Merah,” kata Burhanudin Nur.

Selain annual convention, rombongan MGEI juga mengeksplor sejumlah destinasi wisata di Banyuwangi. Di antaranya Kawah Gunung Ijen, Pantai Pulau Merah, Hutan De Djawatan, dan lainnya. 

Rombongan ahli geologi ini mengaku terkesan selama berada di Banyuwangi.  “Banyuwangi eksotis. Situs geologinya juga bisa menjadi jujugan,” ungkap Ketua MGEI, Budi Santoso.

Sementara Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani yang menyapa mereka secara online mengaku senang Banyuwangi dipilih sebagai lokasi kegiatan tersebut. Ipuk berharap, hasil pembahasan dalam kegiatan tersebut, bisa bermanfaat untuk pengembangan dan pemanfaatan sumberdaya mineral di Indonesia yang bertanggung jawab, efektif, dan efisien untuk kemakmuran rakyat. 

“Termasuk juga berimbas bagi Banyuwangi yang dikelilingi situs-situs geologi,” kata Ipuk.

Ipuk menambahkan salah satu situs geologi di Banyuwangi, kawah Gunung Ijen, saat ini tengah menunggu sertifikasi dari Unesco Global Geopark (UGG) untuk ditetapkna sebagai jaringan Geopark dunia. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *