14 Juli 2024
Bagikan Artikel

Berita Banyuwangi – Wakil Bupati Banyuwangi Sugirah berharap, pembina pramuka yang bermutu dan memiliki bekal pengalaman akan muncul di Siliragung dan Pesanggaran melalui gelaran Kursus Pembina Pramuka Mahir Tingkat Dasar (KMD). 

Hal tersebut ia sampaikan dalam sambutannya saat membuka kegiatan KMD di SD Negeri 2 Kesilir, Kecamatan Siliragung, Selasa (3/1/2023).

“Terima kasih, Kakak sudah berpartisipasi dalam rangka untuk menyiapkan kader-kader Pramuka masa depan menyongsong Indonesia emas di tahun 2045. Untuk itulah, diperlukan pembina pramuka yang berkualitas,” ujarnya.

Sugirah juga menjelaskan, kegiatan KMD mulai dari awal sampai akhir merupakan kawah candradimuka untuk menanamkan nilai-nilai kepramukaan.

“Kalau peserta KMD sudah mengikuti kursus dengan proses yang benar, maka nantinya akan mendapatkan ijazah sebagai syarat kompetensi seorang pembina pramuka,” katanya kepada peserta.

Ia mendorong pembina Pramuka nantinya bisa memunculkan generasi-generasi pelajar Pancasila yang unggul dalam sumber daya manusia dan mampu mengelola sumber daya alam yang ada.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Panitia KMD Nurhadi mengatakan, kepramukaan sebagai salah satu upaya pembentukan karakter peserta didik membutuhkan jumlah pembina pramuka yang memadai.

“Belum idealnya komposisi antara jumlah pembina yang memiliki ijazah KMD dengan jumlah peserta didik maka perlu dilakukan langkah-langkah sistematis dan terpadu untuk meningkatkan jumlah pembina Pramuka,” ujarnya.

KMD, imbuh Nurhadi, bertujuan memberikan bekal pengetahuan dasar dan pengalaman praktis membina pramuka dilaksanakan selama 6 hari mulai tanggal 3 sampai 8 Januari 2023.

“Dilaksanakan secara tatap muka untuk tanggal 3 sampai 6 Januari 2023 dilaksanakan mulai pukul 07.00 sampai 16.30. Sedangkan tanggal 7 sampai 8 Januari 2023, kegiatan dikemas dalam bentuk perkemahan,” katanya.

Peserta KMD sebanyak 188 orang berasal dari wilayah kecamatan Siliragung dan Pesanggaran, terdiri dari 60 orang peserta laki-laki dan 128 orang peserta perempuan berasal dari gugusdepan SD sebanyak 167 orang, gugusdepan SMP sebanyak 16 orang, gugusdepan SMA sebanyak 3 orang, dan gugusdepan perguruan tinggi sebanyak 2 orang.

“Pelatih berasal dari Pusdiklat Kwarcab Banyuwangi sebanyak 14 orang terdiri dari 6 orang pelatih lanjutan dan 8 orang pelatih dasar. Sedangkan pembiayaan kegiatan bersifat mandiri dari peserta,” pungkas Nurhadi.

Pembukaan kursus tersebut ditandai dengan penyerahan tunggul latihan dan penyematan tanda peserta kursus.

Turut hadir dalam kegiatan ini antara lain perwakilan Dinas Pendidikan Sutikno, Sekcam Siliragung Bintang Rubiyantara Putra, dan Kepala Pusdiklat Kwarcab Banyuwangi Kusno Abi Wibowo.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *