18 Juli 2024
Bagikan Artikel

Banyuwangi – Ketua Panitia Pengarah Peringatan Harlah Satu Abad NU, Erick Thohir mengemukakan alasan menunjuk Banyuwangi menjadi tuan rumah Festival Tradisi Islam Nusantara tak lepas dari akar histori Banyuwangi yang cukup kuat dalam tradisi NU.

“Penunjukan Banyuwangi menjadi tuan rumah memiliki aspek histori,” kata Erick saat pergelaran Festival Tradisi Islam Nusantara di Stadion Diponegoro Banyuwangi, Jawa Timur, dilansir dari Antara,┬áSelasa (10/1/2023).

Banyuwangi diketahui sebagai tempat lahirnya shalawat Badar yang menjadi ciri khas warga Nahdliyin. Shalawat ini digubah almarhum KH Ali Manshur, pada tahun 1960-an di Banyuwangi. Selain itu, di Banyuwangi juga terdapat banyak pondok pesantren NU. Banyak santri dan santriwati dari berbagai pelosok nusantara yang mondok di Banyuwangi.

Erick menjelaskan selain Festival Tradisi Islam Nusantara di Banyuwangi, kegiatan satu abad NU juga diwarnai berbagai program lainnya. Ada 9 program utama yang terus digelar di sejumlah daerah di Tanah Air.

Tiga di antaranya sudah terlaksana dengan baik di 2022. Disusul Festival Tradisi Islam Nusantara di Banyuwangi.

“Ini membuktikan bahwa kiprah NU tidak hanya menyebarkan ajaran Islam, tapi termasuk membangun peradaban dengan jalan kebudayaan. Kita berharap kegiatan ini bisa menjadi suluh bagi generasi penerus NU dan menjadi penuntun kemaslahatan rakyat Indonesia secara menyeluruh,” kata Menteri BUMN itu.

Sementara Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf menambahkan, Festival Tradisi Islam Nusantara ini menjadi salah satu upaya pelestarian budaya yang tumbuh dalam masyarakat.

“Semoga festival ini tidak hanya bisa nguri-uri budaya, namun juga mendatangkan barokah dunia akhirat bagi seluruh masyarakat,” kata Gus Yahya, sapaannya.

Sumber:Liputan6.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *