18 Juli 2024
Bagikan Artikel

Tumpukan material berbentuk pulau muncul di permukaan air di Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Maluku, pasca gempa berkekuatan magnitudo (M) 7,5 mengguncang Maluku Tenggara Barat. Tumpukan material berbentuk pulau serupa juga pernah terjadi di Nias pasca gempa pada 2005 silam.

“Pengangkatan pernah terjadi pasca gempa Nias tahun 2005 yang menandakan bukti sesar atau patahan naik di barat Pulau Nias,” kata Penyelidik Bumi Madya, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Supartoyo saat dihubungi, Selasa (10/1/2023).

Supartoyo belum dapat memastikan apakah tumpukan material menyerupai pulau itu sama seperti tumpukan material di Nias. Dia menyebut perlu dilakukan penelusuran lebih lanjut.

“Untuk daerah di Kepulauan Tanimbar mungkin perlu data geologi sebanyak mungkin sebelum menyimpulkan fenomena hal tersebut,” ujarnya.

Supartoyo menyampaikan tumpukan material yang terbentuk di Nias saat itu tersebar di sejumlah tempat. Meski demikian, tumpukan material menyerupai pulau di Tanimbar berada di zona yang sama dengan di Nias yakni penunjaman yang sifatnya collision tidak menghasilkan magma.

“Jadi kalau di Nias itu kan agak luas sebarannya, jadi bukan setempat satu pulau. Kalau yang Tanimbar ini saya kurang tahu, apakah hanya lokal atau ada tempat lain juga yang mengalami seperti ini. Mungkin saya perlu data-datanya, koordinat kemudian sebaran yang material terangkat ini apakah hanya di sini aja atau juga di tempat lain,” kata Supartoyo.

“Kalau di Nias dia agak sedikit luas lalu kesimpulannya berkaitan dengan patahan lain yang ada di sana pada zona penunjaman. Kalau untuk kasus Tanimbar ini kan zona penunjaman juga cuma dia sifatnya istilahnya collision, benturan antara dua lempeng yang tidak menghasilkan magma, tidak menghasilkan vulkanik gunung api,” jelasnya.

Supartoyo menuturkan berbeda dengan di Nias dan Tanimbar, material berbentuk pulau yang ada di Sumatera dan Jawa menghasilkan magma karena berada di zona yang berbeda. Sehingga terbentuk gunung berapi.

“Kalau di Sumatera, Jawa, itu kan benturan antar lempeng menghasilkan magma dan mengakibatkan terbentuknya serangkaian gunung berapi. Kalau di laut ini nggak, istilahnya collusion, jadi kira-kira hampir sama dengan di Himalaya collision,” ucapnya

Sumber :detiknews

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *