14 Juli 2024
Bagikan Artikel

Kabar Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh pecah kongsi mencuat. Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia Adi Prayitno menilai kabar terlihat jelas oleh publik meski NasDem membantah ada pecah kongsi.

Bagi NasDem tak pecah kongsi, tak ada masalah dengan Jokowi, tapi bagi publik yang melihat dari jauh jelas pecah kongsi,” kata Adi kepada wartawan, Jumat (13/1/2023).

Adi menyebut tanda-tanda pecah kongsi itu terlihat. Dia menilai sikap Jokowi tidak senang dengan NasDem juga sudah tampak jelas.

“Jokowi dan PDIP sangat terlihat tak happy dengan manuver NasDem yang usung Anies maju pilpres 2024,” ujarnya.

Adi kemudian bicara soal tanda-tanda Jokowi mulai tak senang dengan NasDem. Salah satunya ialah ketidakhadiran Jokowi di HUT NasDem.

“Tanda Jokowi tak happy ke NasDem banyak. Misalnya melalui video yang viral Jokowi tak mau dipeluk Surya Paloh, tak hadir ultah NasDem, bahkan Jokowi sering bilang jangan grusa-grusu dan sembrono soal pencapresan yang dikaitkan dengan langkah NasDem usung Anies,” ujarnya.

Adi juga menyebut PDIP yang terang-terangan meminta dua menteri NasDem dievaluasi sebagai salah satu tanda-tanda pecah kongsi. Dia menilai pecah kongsi tidak harus diungkap secara terang-terangan.

“PDIP lebih vulgar meminta dua menteri NasDem dievaluasi. Jelas ini tanda-tanda pecah kongsi. Pecah kongsi tak harus diformalkan, cukup membaca tanda-tanda politik,” ucapnya

“Secara formal memang tak pecah kongsi, tapi hati, fikiran, dan sikap politik Jokowi dan NasDem jelas bertolak belakang. Tak perlu ada yang ditutup-tutupi lagi. Sekuat apapun NasDem mengelak soal pecah kongsi ini, sekuat itu pula publik meyakini telah terjadi konflik batin,” sambungnya.

Sumber:detik news



/

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *