18 Juli 2024
Bagikan Artikel

ria pelempar bom molotov ke rumah kekasihnya di Desa Sumbersari, Kecamatan Srono, Banyuwangi, Jawa Timur, memberikan keterangan mengejutkan di hadapan polisi. Pemuda asal Desa Temuasri, Kecamatan Sempu, Banyuwangi itu mengaku melempar bom molotov karena terinspirasi perang Rusia-Ukraina

SP mengaku, banyak beredar video maupun gambar warga sipil Ukraina melawan tentara Rusia dengan menggunakan bom molotov. Pelaku, kemudian terinspirasi membuat bom molotov untuk menyerang rumah pacarnya, NA. “Saya membuat bom molotov belajar dari perang Rusia-Ukraina,” kata SP di depan awak media, Selasa (17/1/2023).

SP mengaku sakit hati kepada sang kekasih. Sebab, dua kali dirinya mengajak nikah tapi tidak dihiraukan. Mereka telah berpacaran selama dua bulan. “Tersangka melempar bom molotov ke rumah kekasihnya di Desa Sumbersari, Kecamatan Srono, pada Kamis (12/1/2023) lalu,” kata Kasat Reskrim Polresta Banyuwangi Kompol Agus Sobarna Praja.

Agus membenarkan motif pelaku melempar bom molotov akibat sakit hati karena tidak mau diajak nikah. Niat pelaku memang ingin membakar rumah korban. “Motifnya sakit hati karena putus cinta, kemudian niatnya mau membakar, namun bisa cepat diketahui dan dipadamkan,” ujar Agus. Dalam menjalankan aksinya, pelaku menyiapkan dua bom molotov yang digunakan untuk melempar ke rumah korban

“Satu bom molotov berasal dari botol anggur merah. Sedangkan satunya berasal dari botol minuman berenergi,” terangnya. Bom molotov itu berisi Pertalite yang diambil dari tangki motor tersangka. Botol tersebut kemudian ditutup dengan kapas sintetis. Setelah bom molotov siap, tersangka langsung berangkat ke rumah korban. Sampai di depan rumah, tersangka langsung menyulut api dan melemparkan bom molotov itu ke rumah sang kekasih. “Kobaran api dari molotov langsung membakar bagian teras rumah. Kursi yang terdapat di sana pun ikut terbakar,” tandasnya


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *