18 Juli 2024
Bagikan Artikel

Jakarta –

Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni mendatangi Polres Metro Jakarta Selatan. Sahroni memberi pesan khusus ke polisi yang menyidik kasus anak pejabat Pajak, Mario Dandy Satrio (20), dalam penganiayaan Cristalino David Ozora (17) alias David, anak pengurus pusat GP Ansor, Jonathan.

“Melihat kasus viral ya terkait dengan tersangka Mario dan saya datangi langsung Pak Kapolres, ini adalah hal yang luar biasa,” kata Sahroni kepada wartawan di Mapolres Jaksel, Jumat (24/2/2023).

Selanjutnya, Sahroni akan melihat langsung kondisi korban di Rumah Sakit Mayapada Kuningan, Jakarta Selatan. Meski sudah mendapat kabar kondisi korban, Sahroni tetap akan mendatangi korban.

“Habis ini saya akan melihat korban bagaimana kondisi korban, per tadi malam saya dapat informasi masih ditangani oleh pihak medis, tapi saya akan langsung melihatnya nanti di Rumah Sakit Mayapada,” sebutnya.

Dalam kasus ini, Sahroni mengapresiasi sigapnya kepolisian dalam menangani kasus ini. Ia juga berpesan agar polisi serius mengusut tuntas kasus ini.

“Yang pertama saya mengucapkan apresiasi buat Kapolda dan Kapolres Jaksel menyikapi kecepatannya dalam perkara yang sedang dalam penyidikan, lebih lanjut pada para pihak yang sudah diperiksa dan semoga ini cepat disajikan Pak Kapolres dan tim untuk langkah selanjutnya,” kata dia.

“Tapi saya berpesan pada Pak Kapolres untuk serius dalam perkara yang sedang viral di publik,” tambah Sahroni.
Satu Tersangka Baru

Sebelumnya, polisi menetapkan satu tersangka baru kasus anak pejabat Pajak, Mario Dandy Satrio (20), dalam penganiayaan Cristalino David Ozora (17) alias David, anak pengurus pusat GP Ansor, Jonathan. Pria bernama Shane alias SLRPL (19) ini berperan sebagai provokator hingga merekam video penganiayaan brutal Mario Dandy Satrio.

“Berdasarkan fakta-fakta, alat bukti dan barang bukti yang kami temukan dari pendalaman penyidikan, malam ini kami telah mengalihkan status saudara S atau SLRPL (19) menjadi tersangka,” kata Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Ade Ary Syam Indradi dalam keterangan kepada wartawan, Jumat (24/2/2023).

Ade Ary lantas membeberkan peran Shane yang hingga ditetapkan jadi tersangka. Ada lima peran, pertama mengiyakan ajakan tersangka MDS untuk menemani dengan tujuan hendak memukuli korban.

Tersangka S juga memberikan pendapat yang memprovokasi Mario Dandy Satrio untuk menghajar korban, Cristalino David Ozora.

“(Tersangka) memberikan pendapat ‘wah parah itu, ya udah hajar saja’,” imbuh Ade Ary.

Selain itu, tersangka S merekam tindakan kekerasan Mario Dandy Satrio kepada korban. Tersangka S juga tidak berupaya mencegah Mario Dandy Satrio dalam melakukan aksi kekerasan tersebut.

“Merekam tindakan kekerasan dengan HP tersangka MDS (Mario Dandy Satrio). Membiarkan terjadinya kekerasan dan tidak mencegahnya,” ujarnya.

Di samping itu, tersangka S juga turut serta mempelonco korban dengan mencontohkan sikap tobat.

“(Tersangka S) mencontohkan ‘sikap tobat’ atas permintaan MDS agar ditirukan oleh korban,” lanjutnya.

S dikenai Pasal 76C jo Pasal 80 UU RI Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas UU RI Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak subsider Pasal 351 KUHP. Saat ini SLRPL sedang menjalani pemeriksaan sebagai tersangka.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *