17 Juli 2024
Bagikan Artikel

Berita Banyuwangi – Kabupaten Banyuwangi tengah merintis pengembangan Pusat Sains dengan menggandeng ilmuwan Prof Yohanes Surya untuk mengajarkan pelajar Banyuwangi metode “Smart Gasing” (Gampang Asyik dan Menyenangkan) dalam pembelajaran matematika.

Prof Yohanes Surya, yang merupakan fisikiwan Indonesia dan pembimbing Tim Olimpiade Fisika Indonesia/TOFI, datang langsung ke desa di Banyuwangi. Bersama Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani, Prof Yohanes mengunjungi SDN 2 Kesilir, Kecamatan Siliragung, Kamis (2/3/2023). SD tersebut ditempuh sekitar 60 menit dari pusat kota.

“Matematika ini menjadi salah satu ilmu terpenting, ratunya ilmu pengetahuan. Ini sekaligus membentuk logika anak, kemampuan analisis. Sehingga dengan kita latih matematika, mereka bisa menjadi anak hebat, jago sains, punya kemampuan analisis, yang ini menjadi bekal bagi masa depannya,” ujar Ipuk.

Dia mengatakan, pada tahap awal, pelatihan Matematika intensif ini di empat kecamatan, yakni Siliragung, Pesanggaran, Tegaldlimo, dan Bangorejo. “Kita sengaja sasar anak-anak di desa yang mungkin secara fasilitas lebih terbatas. Kita ingin dampingi lompatan anak-anak di desa, dan mereka harus bisa berprestasi setinggi mungkin,” ujarnya.

“Untuk tahap awal kami ajak 30 guru dan 90 murid dari 4 kecamatan. Khusus guru mengikuti Training of Trainer (ToT). Pada sesi pagi guru akan dibriefing oleh para trainer dari tim Prof Yohanes Surya. Lalu di sesi berikutnya, guru akan langsung praktik di kelas, mengajarkan metode Smart Gasing kepada siswanya. Hal ini akan dilakukan secara intens selama 14 hari,” ungkap Ipuk.

“Tahun ini kita targetkan bisa mencetak 5.000 anak jagoan matematika. Setelah kawasan selatan Banyuwangi, tahap berikutnya kita kembangkan di kawasan utara, lalu ke pusat kota,” ujarnya.

Ipuk menambahkan, Pemkab Banyuwangi tengah merintis pengembangan pusat sains. Salah satu usahanya adalah mendatangkan Prof Yohanes.

“Kami tengah merintis Pusat Sains bagi anak-anak, agar anak-anak kita punya bekal kompetensi sains dan teknologi yang mumpuni, di samping tetap kita perkuat dengan pendidikan keagamaan, juga pendidikan karakter seperti lewat seni budaya,” tambahnya.

Prof. Yohanes Surya mengatakan, metode Gasing dalam matematika telah terbukti berhasil meningkatkan kemampuan matematika anak-anak.

“Anak yang tadinya tidak bisa berhitung mulai nol, dia bisa belajar begitu cepat sampai jago, mulai dari penjumlahan pengurangan perkalian dan pembagian hanya dalam waktu 2 minggu,” ujar Prof Yohanes.

Dengan metode pembelajaran gasing ini, kata dia, anak-anak jadi lebih cepat belajar berhitung meski belajar dari nol. Gasing memanfaatkan lagu, latihan logika, otak kiri-kanan, hingga motorik dalam penerapannya. 

Guru besar fisika dari Universitas Kristen Satya Wacana itu percaya dengan memperkenalkan konsep logika dan permainan sebagai cara untuk mengajarkan dasar-dasar matematika. Menurutnya ini agar anak bersenang-senang sambil membangun fondasi yang kuat.

“Game dan role play yang diberikan kepada anak memberikan mereka ruang kreativitas. Selain itu juga untuk mengajarkan mereka kolaborasi membantu memahami angka dengan cara yang lebih pasti dan realistis,” tutur Prof Yohanes. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *