14 Juli 2024
Bagikan Artikel

Berita Banyuwangi – Kasus perundungan atau bullying di lingkungan sekolah harus ditangani secara sistematis oleh semua pihak. Mulai dari insan pendidikan, lingkungan, hingga orang tua murid. Untuk mensinergikan hal tersebut, Pemerintah Kabupaten Banyuwangi bakal menggelar “Pekan Parenting” secara rutin.

“Persoalan di rumah dan di sekolah ini seringkali berkaitan. Tidak terkecuali soal bullying. Jadi, ini harus ada kesepemahaman antara pihak sekolah dan orang tua di rumah. Jika ini terjalin dengan baik, kasus bullying ini bisa ditekan habis,” ujar Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani, Jumat (3/3/2023).

“Kemarin sudah kami kumpulkan para kepala di Kecamatan Pesanggaran, lalu ini segera keliling ke kecamatan lain. Ini harus jadi perhatian. Perundungan menjadi masalah berat yang mengganggu psikologis anak, bisa berbekas trauma, bisa mempengaruhi masa depan mereka,” imbuh Ipuk.

Ipuk mengatakan, pihaknya akan rutin menggelar Pekan Parenting sebagai upaya edukasi untuk membangun kesepemahaman antara guru dan wali murid dalam pola asuh anak. Dengan kesamaan tersebut, dapat memitigasi berbagai potensi perundungan.

“Semisal, di keluarganya kerap mendapat umpatan, akhirnya si anak di sekolah suka mengumpat juga ke temannya. Ini harus diubah. Begitu pula para guru, jangan abai. Jika ada kecenderungan perundungan, segera cari akar permasalahannya. Hubungi keluarganya,” jelas Ipuk.

Dalam kesempatan tersebut, Ipuk menegaskan, bahwa Pemkab Banyuwangi memiliki komitmen penuh untuk memerangi perundungan, kekerasan fisik dan seksual, serta intoleransi.

“Kejadian perundungan yang mencuat beberapa hari terakhir ini harus jadi pembelajaran bagi kita semua. Jangan sampai terulang lagi. Tidak boleh lagi kita acuh dengan persoalan yang dialami anak-anak kita,” tegas Ipuk.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Banyuwangi Suratno, menyebutkan jika Pekan Parenting ini akan dilaksanakan di bulan ini. “Waktunya sedang kami susun,” ungkapnya.

Pekan Parenting ini nantinya akan melibatkan wali murid dan para guru untuk diberikan pemahaman tentang pola pengasuhan yang tepat bagi tumbuh kembang anak. Sehingga menjauhkan anak didik dari perbuatan menyimpang yang menjadi “dosa besar” pendidikan tersebut.

“Sebenarnya, kita setiap tahun selalu memperkuat parenting ini. Tapi, kali ini, skalanya akan kami tingkatkan lebih luas lagi. Sebisa mungkin menjangkau seluruh wali murid dan guru,” pungkasnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *