14 Juli 2024
Bagikan Artikel

Jakarta –

Polresta Banyuwangi mengamankan 14 pesilat dari tiga perguruan silat yang berbeda. Para pesilat ini ditangkap lantaran diduga terlibat dalam kasus kekerasan hingga tawuran antarpesilat.

Dilansir detikJatim, kasus kekerasan mereka terjadi di tiga kecamatan, yakni Cluring, Tegalsari, dan Pesanggaran. Para tersangka itu terlibat kasus yang berbeda dalam rentang waktu sebulan.

Pada kasus yang di Cluring, rombongan Perguruan Silat Pagar Nusa melakukan konvoi dengan total kurang lebih 40 pesilat, sambil membunyi-bunyikan klakson. Lalu rombongan tersebut diserang pesilat Perguruan Silat IKSPI/KEra Sakti dengan jumlah 50 pesilat. Aksi ini terjadi pada 16 Februari 2023 di Jalan Raya Bulak Sawah Benculuk-Purwoharjo, Banyuwangi.

“Pada saat dilempar anggota dari pagar nusa tersebut langsung menghentikan laju sepeda motornya dan turun dari sepeda motor selanjutnya membalas perbuatan dari anggota IKSPI dengan cara melempar balik,” kata Kasat Reskrim Polresta Banyuwangi Kompol Agus Sobarnapraja dalam rilis yang diterima detikJatim, Jumat (17/3/2023).
Pada aksi ini, polisi menangkap lima pesilat, yakni ASW (22), DF (22), RCS (21), SP (20), dan IAP (17). Sementara korbannya yakni AA dan AJT dengan luka lecet di tangan hingga kaki. Sementara ada pula sejumlah motor korban yang rusak terkena lemparan batu.
Lalu kasus kedua terjadi di Jalan Dusun Wringinsari, Desa Pesanggaran, Kecamatan Pesanggaran, pada Minggu (5/3) lalu. Saat itu warga berinisial TE (23) mengalami luka hingga lebam di tubuhnya usai dikeroyok sejumlah anggota perguruan silat PSHT yang dalam kondisi mabuk.

Sumber : detiknews

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *