18 Juli 2024
Bagikan Artikel

Di wilayah Banyuwangi kini sudah ada taman bermain sekaligus belajar bernama Banyuwangi Park. Alamatnya di Dusun Krajan, Dadapan, Kecamatan Kabat, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur. “Konsepnya (wahana di Banyuwangi Park) memang seperti itu, tidak hanya bermain, tetapi juga mengenalkan budaya Banyuwangi kepada pengunjung,” kata SPV Marketing Banyuwangi Park, Andika kepada Kompas.com, Senin (27/3/2023).

Wisatawan yang berminat datang, simak panduan lengkap berwisata ke Banyuwangi Park berikut ini:

Panduan lengkap ke Banyuwangi Park

Jam Buka Banyuwangi Park

Banyuwangi Park buka setiap hari mulai pukul 08.30 WIB hingga pukul 16.30 WIB. Akan tetapi, saat ini Pemerintah Kabupaten Banyuwangi mengeluarkan surat pemberitahuan bahwa selama bulan Ramadhan tempat wisata di daerah tersebut hanya boleh beroperasi selama enam hari dalam satu pekan. “Maka dari itu Banyuwangi Park memutuskan selama bulan Ramadhan libur hari Jumat,” kata Andika.

Harga tiket masuk Banyuwangi Park

Setiap pengunjung dengan tinggi badan minimal 85 sentimeter dikenakan biaya tiket masuk mulai dari Rp 50.000 per orang. Harga tiket masuk ini berlaku hingga Selasa (18/4/2023). Setelahnya, harga tiket masuk Banyuwangi Park dibanderol mulai dari Rp 70.000 per orang.

“Tiketnya terusan, jadi sudah termasuk tiket masuk dan wahana, kecuali ATV untuk saat ini,” kata Andika.

Cara beli tiket Banyuwangi Park

Andika mengatakan, tiket masuk Banyuwangi Park bisa dibeli secara langsung di loket tiket wahana.

Selain itu, tiket masuk Banyuwangi Park bisa juga dibeli secara daring melalui situs agen perjalanan daring dan laman resmi Banyuwangi Park. Wisatawan yang akan membeli tiket masuk Banyuwangi Park di laman resmi Banyuwangi Park, bisa mengikuti cara berikut:

1. Buka laman resmi Banyuwangi Park

2. Pilih “Pesan Sekarang” yang ada di halaman utama

3. Pilih jadwal berkunjung, lalu pilih “Tambah” pada bagian kolom tiket

4. Pilih “Beli Tiket”

5. Isi jumlah tiket yang hendak dipesan lalu isi data diri untuk pemesanan

6. Pilih “Lanjutkan” untuk menyelesaikan pembayaran

7. Setelah pembayaran selesai, nantinya tiket elektronik akan dikirim via e-mail yang sudah dicantumkan pada kolom data diri pemesan.

1. Jelajah arena Banyuwangi Dahsyat Arena pertama yang akan ditemui ketika pertama kali masuk kawasan Banyuwangi Park yaitu arena Banyuwangi Dahsyat. Pengunjung akan melihat miniatur tempat wisata dan kebudayaan yang ada di Banyuwangi. “Begitu orang masuk, ada kostum-kostum Banyuwangi ethno carnival, dan prestasi-prestasi yang pernah dirasih oleh Pemkab (Pemerintah kabupaten) Banyuwangi,” terang Andika.

Ada banyak wahana seru dan penuh edukasi yang bisa ditemukan saat menjelajahi arena Banyuwango Dahsyat. Seperti halnya wahana bahari. Di wahana tersebut, pengunjung dapat melihat bagaimana proses pengalengan ikan, pengetahuan seputar terumbu karang di Banyuwangi, dan semua informasi mengenai Kawah Ijen. “Ada juga Geopark Ijen, di sini ada miniatur view Kawah Ijen blue fire. Posisinya (suasananya) seperti subuh-subuh di Kawah Ijen,” kata Andika.

Selain itu juga ada wisata edukasi tentang penyu, wisata pulau merah, De Jawatan, Alas Purwo, dan miniatur rumah adat suku osing.

2. Bermain sambil belajar di Science Centre

Setelah keliling di kawasan Banyuwangi Park, selanjutnya pengunjung bisa bermain sambil belajar di Science Centre. “Di Science Centre itu tempat alat-alat peraga science, seperti alat peraga gravitasi, ada kursi paku, dan ada juga simuasi harpa yang menggunakan laser,” katanya. Selain itu, pengunjung juga bisa melihat simulasi atau kelas tentang arus listrik, simulasi mengenai tubuh manusia yang mengandung listrik, serta simulasi terbentuknya tornado.

“Kita bikinnya (simulasi terbentuknya tornado) itu dari air yang terus berputar,” tutur Andika. Tidak hanya pengetahuan alam, Science Centre juga menawarkan informasi mengenai pembuatan batik khas Banyuwangi, edukasi tentang kopi di Banyuwangi, serta ruang kelas berisi atraksi science lainnya. “Beberapa alat peraga masih coming soon (akan datang), seperti alat peraga simulasi gempa. Diperkirakan dalam waktu dekat (akat peraga tersebut) sudah datang,” ujar Andika.

3. Bermain di wahana permainan

Usai belajar di Science Centre, pengunjung akan masuk ke kawasan wahana permainan di Banyuwangi Park. Adapun wahana permainan khusus pengunjung kalangan dewasa di area ini, seperti Octopus, Spinning Coaster, Bumper Car, dan Rockin Tug. “Ada juga coming soon (wahana khusus dewasa), yaitu wahana Flying Swinger,” kata Andika. Sementara itu, wahana permainan khusus kalangan anak-anak, di antaranya Convoy Car, Carousel, Mini Bumper Car, Gokart, Mini Train, dan Taman Lalu Lintas.

Di Taman lalu lintas, konsepnya miniatur di tengah kota, lengkap dengan pertokoan, dan pom bensin. “Nanti kita isi motor-motoran, mereka (anak-anak) belajar nyetir dan memahami rambu-rambu lalu lintas,” terangnya. Andika mengatakan, masih ada beberapa wahana dan atraksi yang belum dibuka dan sedang dipersiapkan. Di antaranya Mini Zoo, Labirin, dan Water Park.

Panduan transportasi ke Banyuwangi Park

Andika mengatakan, lokasi Banyuwangi Park terbilang cukup strategis karena dekat dengan jalan raya, stasiun kereta api, dan Bandara Internasional Banyuwangi. “Lokasi Banyuwangi Park itu patokannya di sebelah El Hotel Royale Banyuwangi,” katanya. Jika berangkat dengan naik kereta api, lanjutnya, wisatawan bisa turun di Stasiun Banyuwangi Kota Baru atau di Stasiun Rogojampi. Jarak antara Banyuwangi Park dengan Stasiun Banyuwangi Kota Baru sekitar delapan kilometer. Perjalanan menuju Banyuwangi Park bisa ditempuh menggunakan mobil ataupun motor sekitar 15 menit

Sementara itu, jarak antara Banyuwangi Park dengan Stasiun Rogojampi kira-kira 7,7 kilometer, dengan waktu tempuh sekitar 13 menit menggunakan kendaraan bermotor. Wisatawan yang datang ke Banyuwangi melalui jalur udara, bisa mengambil rute tujuan Bandara Internasional Banyuwangi. Lokasinya sekitar 12 kilometer dari Banyuwangi Park, dengan waktu tempuh sekitar 20 menit menggunakan kendaraan bermotor. “Kalau mau datang ke sini, boleh palai kendaraan pribadi maupun kendaraan umum. Jalanan di sini juga tidak terlalu ramai dan tidak macet seperti di kota besar”Pungkas Andika

Sumber:KOMPAS.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *