18 Juli 2024
Bagikan Artikel

RADAR BANYUWANGI – Persoalan reward atlet yang sempat berlarut-larut membuat Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Banyuwangi tak ingin kembali kecolongan. Agar hal serupa tidak terjadi, pihak Dispora bakal melakukan supervisi kepada Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) dan cabang olahraga (cabor).

Kepala Dispora Abdul Aziz Hamidi mengatakan, supervisi dilakukan agar pemanfaatan dana hibah berjalan optimal. ”Kita akan kumpulkan stakeholder olahraga. Akan kita beri bimbingan, terutama teknik penyusunan surat pertanggungjawaban (SPj) dana hibah,” Kata Aziz.

Terkait pencairan reward yang berlarut-larut hingga sembilan bulan lamanya, Aziz mengatakan hal tersebut terjadi karena tidak ada alokasi dalam anggaran hibah tahun 2022. Dikatakan, kala itu bupati menyampaikan ada dana reward dari anggaran 2022 lantaran mendapatkan laporan dari KONI.

Aziz berharap ke depan tidak ada lagi kesalahan serupa. Dia mengatakan, anggaran reward untuk Porprov 2023 kemungkinan baru akan diberikan pada tahun 2024 atau dalam Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (P-APBD) 2023. ”Yang kita berikan (reward) tahun 2022 berasal dari anggarna hibah tahun 2023. Karena 2022 tidak ada alokasi anggarannya di naskah perjanjian hibah daerah (NPHD),” tegasnya.

Ketua KONI Banyuwangi Mukayin menjelaskan, pernyataan reward sebesar Rp 520 juta yang disampaikannya pada penandatanganan NPHD tahun 2022 lalu murni kesalahannya. Karena saat itu, Mukayin mengira akan ada bantuan anggaran dari KONI Jatim untuk pelaksanaan porprov.

Namun kenyataannya, tidak ada bantuan untuk tahun 2022 dari KONI Jatim. ”Saya waktu itu berasumsi ada bantuan porprov dari KONI Jatim. Ternyata tidak ada, sedangkan saya tahu anggaran Rp 4 miliar tidak memungkinkan untuk alokasi reward,” tegas Mukayin.

Untuk anggaran tahun 2023, Mukayin mengatakan sudah merencanakan sesuai dengan kebutuhan. Tahun ini, KONI kembali mendapatkan anggaran hibah sebesar Rp 4 miliar. Dari anggaran tersebut, Rp 856 juta sudah terpotong untuk pemberian reward. Kemudian sisanya Rp 2,5 miliar akan dibagikan kepada cabor sebagai dana pembinaan dan porprov. Sehingga, bisa dikatakan tahun ini cabor menyiapkan porprov secara mandiri.

Kemudian sisa anggaran, sekitar Rp 644 juta akan digunakan untuk anggaran sekretariat, pengadaan jaket kontingen, dan operasional panitia porprov. ”Sisa anggarannya yang Rp 300-an juta untuk sekretariat dan sisanya kita siapkan untuk jaket kontingen dan panitia porprov. Untuk penginapan dan konsumsi porprov semua kita serahkan ke cabor,” tandas Mukayin.

Sementara itu, pelatih cabor tinju M. Supin mengatakan, jumlah reward yang diterima para atletnya terbilang kecil jika dibandingkan dengan kabupaten/kota lainnya. Bondowoso misalnya, para atlet yang memperoleh medali emas mendapatkan anggaran sekitar Rp 15 juta. ”Ya semoga tahun depan bisa lebih besar, untuk yang sekarang kita syukuri saja,” pungkasnya. (fre/sgt/c1)

Sumber : radarbanyuwangi.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *