24 Juli 2024
Bagikan Artikel

BANYUWANGI, KOMPAS.com – By, seorang suami asal Desa Grajagan, Kecamatan Purwoharjo, Banyuwangi, Jawa Timur, tega membacok istri dan anaknya sendiri. Pria berusia 47 tahun itu nekat membacok orang terdekatnya menggunakan celurit lantaran menolak diceraikan oleh sang istri. Setelah itu, pria tersebut menikam dirinya sendiri menggunakan pisau. Kapolsek Gambiran, AKP Abdul Rohman mengatakan, insiden pembacokan itu terjadi di rumah korban di Desa Purwodadi, Kecamatan Gambiran, pada Sabtu (13/5/2023) malam. “Korban mengalami luka bacok di sejumlah tubuh. Saat ini korban tengah dirawat di RS Graha Medika,” kata Abdul, Minggu (14/5/2023).

Menurut Abdul, selama ini pasangan suami istri itu sudah lama pisah ranjang. Bahkan, keduanya sudah bolak balik mendatangi Pengadilan Agama untuk proses perceraian. Abdul menjelaskan, pembacokan itu bermula saat pelaku berniat membicarakan nasib rumah tangganya dengan korban. “Saat berbincang itu, pelaku meminta kepada korban agar tidak menceraikan. Namun, korban tetap bersikukuh minta cerai,” ujar Abdul. Baca juga: Bapak di Banyuwangi Lempar Kepala Anak Tiri dengan Sikat WC, Lukanya Diobati dengan Minyak Rem Saat proses negosiasi antar-keduanya, tiba-tiba anak korban berinisial DK (28) pamit untuk pergi bekerja. Namun, pelaku yang saat itu emosi mencegahnya. DK yang takut telat kerja bersikukuh berangkat. Tapi, pelaku menganggap sikap anaknya itu tidak sopan. Karena geram, pelaku kemudian mengayunkan celurit yang sudah dipersiapkan sebelumnya. Sabetan celurit itu kemudian mengenai punggung DK. Ibu korban berupaya melerai. Pelaku yang sudah kalap, juga membacok Sw yang tak lain adalah istrinya berulang kali.

“Bacokan itu kemudian mengenai bagian wajah, dan beberapa bagian tubuh lainnya,” terang Abdul. Pelaku kemudian berlari ke dapur untuk mengambil pisau dan menikam perutnya sendiri. “Niatnya bunuh diri,” ucap Abdul. Saat ini, baik pelaku maupun anak dan istri yang terkena sebetan celurit sedang menjalani ini perawatan di rumah sakit.

Sumber Kompas.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *