18 Juli 2024
Bagikan Artikel

Seluruh cabang IDI di jawa timur dengan serentak meluncurkan program tersebut, dengan hadirnya seluruh anggota IDI cabang Banyuwangi,  Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Pemkab Banyuwangi Arief Setiawan, Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Ilham Juanda, serta Kepala Dinas Kesehatan Amir Hidayat, Hadir pula Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Kepala Dinas PU-CKPP, Kepala Cabang Dinas Kehutanan Jatim, tiga camat dan tiga kepala desa penerima sumbangan bibit pohon.

Wakil Ketua IDI Cabang Banyuwangi Rezekiyanti mengungkapkan, peringatan HBDI tidak terlepas dari semangat kebangkitan nasional. Sejak dulu, para dokter tidak lelah mengabdi dan tetap konsisten dalam menjalankan tiga peran utama, yaitu sebagai agent of treatmentagent of change, dan agent of development. Sebuah peran yang kompleks bagi para dokter dalam pembangunan manusia Indonesia.

Salah satu kegiatan HBDI ke-115 adalah penanaman pohon buah yang dilakukan tidak lain sebagai pendukung untuk penyediaan sumber gizi bagi ibu hamil dan anak-anak yang akan lahir di masa depan serta dimaksudkan pula untuk penanganan lahan kritis di beberapa wilayah Banyuwangi.

Kegiatan ini diharapkan sangat membantu menangani permasalahan stunting alias tengkes  yang saat ini masih menjadi permasalahan dan fokus Pemkab Banyuwangi.  Rezekiyanti berharap dokter Indonesia bisa terus maju dalam pengabdian dan sinergis dalam pembangunan. Dokter Indonesia harus terus meningkatkan bakti yang nyata untuk masyarakat yang sehat dan berdaulat. ”Kami bangga menjadi Dokter Indonesia, karena Dokter Indonesia untuk rakyat Indonesia,” ujarnya.

Perempuan yang akrab disapa Yanti itu menjelaskan, gerakan penanaman pohon buah tersebut memililiki tujuan untuk menyediakan sumber gizi bagi ibu hamil dan balita di masa depan. Diharapkan pada  bulan-bulan berikutnya sampai Oktober 2023, IDI bisa memenuhi target 5.000 bibit pohon buah donasi dari dokter anggota IDI Cabang Banyuwangi.

”Bibit pohon yang terkumpul 1.600 dan akan kami serahkan kepada tiga desa untuk ditanaman di lahan kritis, yaitu Desa Tamansari, Desa Kampung Anyar, dan Desa Pesucen,” jelasnya.

Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekda Pemkab Banyuwangi Arief Setiawan memberikan apresiasi atas terlaksananya kegiatan IDI Banyuwangi. Melalui gerakan penanaman 5.000 pohon buah, dia berharap IDI bisa membantu memberikan hasil baik yang bermanfaat bagi masyarakat.

Harapan ke depan,  dampak baik seperti penghijauan bisa kembali tumbuh di beberapa wilayah yang mendapat bantuan tanaman pohon buah tersebut. ”Saya sangat bangga IDI bisa menginisiasi kegiatan yang sangat inspiratif ini. Tidak ada ucapan lain selain terima kasih dan apresiasi. Semoga kegiatan ini bisa ditularkan kepada yang lainnya,” kata Arief.

Arief mengatakan, menanam  adalah kegiatan yang mudah dalam konservasi dan bisa dilakukan oleh siapapun melalui instansi manapun. Namun, melalui kegiatan IDI tersebut diharapkan tanaman yang telah ditanam pada beberapa lokasi lahan kritis bisa terus dipelihara dengan benar sehingga menghasilkan panen dan bermanfaat baik untuk masyarakat. ”Tentu pemeliharaan adalah hal yang utama. Ke depan masyarakat bisa mendapatkan manfaat dari apa yang sudah diupayakan hari ini,” tandasnya. (aif)

sumber : radarbanyuwangi.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *