17 Juli 2024
Bagikan Artikel

Koordinator relawan Ganjar Pranowo Center atau GP Center Kota Depok, Jori Adrian Natama, merespons PKS yang mendorong putra bungsu Presiden Joko Widodo (Jokowi) Kaesang Pangarep tidak mencalonkan diri sebagai Wali Kota Depok. Jori menilai PKS berlebihan.
Sebagai informasi, relawan Ganjar Pranowo Center atau GP Center diketahui mendukung Kaesang maju jadi calon Wali Kota Depok. Dukungan itu disampaikan pada Minggu (21/5) lalu di Depok.

“Saya rasa Kalau memang PKS merasa Partai Besar di Depok, tidak perlu lah takut menghadapi kedatangan Mas Kaesang di Depok, apalagi ini baru pernyataan Relawan, agak berlebihan saja kalau harus ditanggapi seperti itu oleh PKS,” kata Jori saat dihubungi, Senin (29/5/2023).

Jori mengatakan akan terus mengawal Kaesang sampai benar-benar memberikan pernyataan siap berkontestasi di Depok. Dia juga menyinggung soal eksistensi PKS terganggu karena kehadiran Kaesang.

“Jadi masyarakat boleh saja dong berpandangan bahwa PKS takut diganggu eksistensinya dengan kehadiran Mas Kaesang di Kota Depok, dan kami Relawan akan terus kawal ini sampai Mas Kaesang benar-benar memberi pernyataan bahwa beliau siap untuk berkontestasi di Pemilihan Wali Kota Depok,” ujarnya.

Jori menuturkan relawan GP Center Depok masih terus menjalin konsolidasi dan komunikasi dengan relawan Kaesang di Depok. Dia menyebut pihaknya memberi waktu untuk PKS memperbaiki kesalahan dalam menata Kota Depok.

“Dan kami relawan terus menjalin konsolidasi dan komunikasi dengan relawan Kaesang lain yang sudah mulai menjamur di Kota Depok. Untuk PKS yang masih mempimpin, kami berikan waktu untuk lebih fokus, memperbaiki kesalahan demi kesalahan dalam menata kota ini sampai Pemilu 2024,”m Imbuhnya.

Sebelumnya, PSI mendorong putra bungsu Presiden Joko Widodo (Jokowi), Kaesang Pangarep, untuk maju sebagai calon Wali Kota Depok. PKS, yang merupakan pengusung Wali Kota dan Wakil Wali Kota Depok saat ini, menilai Kaesang lebih baik maju di Pilwalkot Solo.

Hal itu disampaikan oleh Wakil Ketua Majelis Syuro PKS, Hidayat Nur Wahid (HNW). Dia awalnya menegaskan PKS siap berkompetisi dengan siapa saja di Pilkada Depok.

“Tidak, kita tidak pernah melihat (calon) lain sebagai ancaman, tidak melihatnya sebagai kompetitor, tapi juga mitra dalam berdemokrasi termasuk dalam Pilkada. Jadi kalau Mas Kaesang memang berani ke Depok, ya silakan saja. Itu hak beliau. PKS tentu siap menyambut, dalam arti berkompetisi,” ujar HNW di Kompleks Senayan, Jakarta, Senin (29/5/2023).

Dia mengatakan PKS tak pernah berpikir untuk mengusung Kaesang di Pilwalkot Depok. Apalagi, katanya, Kaesang bukan kader PKS dan bukan orang Depok.

“Pertama kita tidak terpikir ya untuk mencalonkan Mas Kaesang di Depok ya, beliau bukan orang Depok, bukan orang PKS dan nggak punya track record di Depok, aneh juga tiba-tiba ke Depok,” ucapnya.

“Saya kira beliau juga bingung-bingung tuh kok ada yang nyalonin ke Depok, wajarnya kalau beliau tuh di Solo, sedikit kalau keluar dari Solo mungkin Klaten, Sidoarjo, Boyolali ya mungkin nanti kakaknya mungkin jadi gubernur beliau jadi wali kota, dan seterusnya,” sambungnya.

HNW kemudian mengatakan Kaesang lebih baik mencalonkan diri sebagai Wali Kota Solo saja. Dia mengatakan Depok biar diurus orang selain Kaesang.

“Solo adalah tempatnya beliau, kalau Depok kan ya gitu lah, beliau juga bukan orang Depok. Saya rasa sudahlah beliau mencalonkan di Solo saja, biar Depok diurus yang lain,” kata Hidayat.

Sumber : Detiknews

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *