24 Juli 2024
Bagikan Artikel

Berita Banyuwangi – Berbicara tentang isu lingkungan tidak akan pernah selesai dalam satu kali duduk. Pembahasan tentang lingkungan masih menjadi hal yang layak untuk dibicarakan dan dicarikan solusinya. Mengapa demikian? Ya hal ini berhubungan erat dengan kepedulian kita untuk menjaga lingkungan dan kelestariannya.

Kepedulian menjaga kebersihan lingkungan ini sudah dicontohkan sejak zaman rosulullah. Islam melihat menjaga kebersihan lingkungan sebagai salah satu amal mulia. Hingga Allah SWT akan berterima kasih dam memberikan ampunan kepada hambanya yang menyingkirkan dahan pohon. Seperti yang diriwayatkan dalam salah satu hadits, Rasululloh bersabda:
مرَّ رجُلٌ بِغُصْنِ شَجَرَةٍ عَلَى ظَهْرِ طَرِيْقٍ فَقَالَ : وَاللَّهِ لَأُنَحِّيَنَّ هذَا عَنِ الْمُسْلِمِيْنَ لَا يُؤْذِيْهُمْ، فَأُدْخِلَ الْجَنَّةَ

Artinya: “Ada seorang lelaki yang membuang dahan pohon yang menghalangi jalan, lalu ia berkata, “Demi Allah, aku akan singkirkan dahan ini agar tidak mengganggu dan menyakiti kaum muslimin,” maka Allah pun memasukkannya ke surga,” (HR Muslim).

Tidak hanya sampai disini kepedulian rosullulah, terhadap lingkungan diriwayatkan dalam sebuah  hadits lain yakni “Tidaklah seorang muslim menanam tanaman lalu tanaman itu dimakan manusia, binatang ataupun burung melainkan tanaman itu menjadi sedekah baginya sampai hari kiamat.” (HR. Muslim)

(Sumber:https://langit7.id/read/14858/1/meneladani-rasulullah-menjaga-danmelestarikan-lingkungan-hidup-1650596670)

Sebagai umat beragama kita harus meneladani sifat Nabi Muhammad SAW. Bentuk keteladanan ini disebut dengan keteladanan Fungsional (uswah wadzifiyah). Apa itu keteladanan fungsional? Keteladan fungsional adalah keteladanan rosulullaah dalam menjalin hubungan dan komunikasi dengan sesama makhluk baik hubungannya dengan manusia, hewan, tumbuh-tumbuhan maupun mahkluk lainnya.

Lantas apakah kita sebagai umatnya hanya acuh, tak peduli dengan lingkungan. Bentuk pelestarian lingkungan secara sederhana dapat kita lakukan mulai dari mengurangi penggunaan sampah plastik. Karena limbah plastik dapat menyebabkan permasalahan yang sangat kompleks. Sampah plastik jika dibakar akan menimbulkan polusi udara. Jika dibiarkan saja akan menyebabkan pencemaran tanah. Material plastik tidak mudah terurai oleh mikroba dalam tanah. Butuh waktu 1.000 tahun untuk dapat mengurainya. Padahal kita makan juga dari hasil tanah. Jika hal ini terus dilakukan secara berulang akan menghancurkan hirkaki kehidupan.

Kepedulian menjaga lingkungan merupakan perilaku positif yang harus kita tanamkan mulai dari diri sendiri. Mulailah berbenah dan peduli terhadap lingkungan sekitar. Karena sampah bukanlah hal yang patut kita wariskan kepada anak cucu. Be smart! Jadi sedekah yang mudah adalah menjaga kelestraian lingkungan. Salam lestari!

Penulis : Cici Arista Devi, S.Pd

Sumber: beritabanyuwangi.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *