17 Juli 2024
Bagikan Artikel

SN, terduga teroris .asal Banyuwangi, Jawa Timur, yang ditangkap oleh Densus 88 Anti Teror, ternyata memiliki jumlah murid hampir seribu orang. Diketahui, selain berprofesi sebagai pengacara, SN juga terlibat aktif dalam proses peningkatan sumber daya manusia (SDM) masyarakat Banyuwangi, melalui PKBM.

Terduga teroris SN memiliki lembaga pendidikan bernama PKBM At-Taubah. Lokasinya bersatu dengan tempat tinggalnya, yakni di Dusun Susukan Kidul, Desa Gladag, Kecamatan Rogojampi.

Lembaga PKBM itu memiliki sejumlah kegiatan. Antara lain pendidikan anak usia dini (PAUD), program paket A, B, dan C, serta life skill.

Kepala Bidang Pendidikan Masyarakat Dinas Pendidikan Banyuwangi Nuriyatus Sholeha mengatakan, PKBM At-Taubah milik SN mempunyai 927 siswa. Pada tahun ini sebanyak 429 siswa akan lulus ujian paket. Mereka mengikuti kegiatan belajar-mengajar untuk kejar paket A, B, dan C.

“Yang sekolah di PKBM bukan orang-orang yang menganggur. Mereka ada yang sambil momong anak, momong cucu, bekerja,” kata Nuri, Senin (5/6/2023).

Menurut Nuri, PKBM At-Taubah menggelar kegiatan belajar mengajar secara offline dan online.

”Proses belajar mengajar dilakukan secara berkelompok,” terangnya. Menurut Nuriyatus, nasib para siswa dan tutor di PKBM perlu diselamatkan. Oleh sebab itu, proses kegiatan belajar mengajar di PKBM itu tidak boleh berhenti.

”Ada aktivitas, tadi saya juga ke sana,” ungkap Nuriyatus. Sementara itu, hasil pendalaman Dinas Pendidikan dan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Banyuwangi, proses belajar mengajar di PKBM tersebut tak terindikasi penyebaran paham radikal. Masing-masing tenaga pendidik atau tutor yang mengajar di sana, juga semuanya mengaku tidak pernah mendapat upaya penyebaran paham anti-NKRI.

Sebelumnya, tim Densus 88 Anti Teror menangkap SN, di rumahnya di Dusun Susukan Kidul, Desa Gladag, Kecamatan Rogojampi, Banyuwangi, pada Sabtu (3/6/2023) siang.

“Iya benar, siap. Informasinya ada warga kami yang ditangkap Densus 88,” kata Kepala Desa Gladag, Chaidir Sidqi, kepada Kompas.com. Menurut Chaidir, penangkapan terhadap warganya itu terjadi sekitar pukul 12.00 WIB. “Ditangkap di rumahnya sekitar jam 12-an,” ujarnya.

Sumber:kompas.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *