15 Juli 2024
Bagikan Artikel

Bulan Dzulhijjah, dianggap oleh sebagian warga saat yang baik untuk melangsungkan pernikahan. Malahan, tidak sedikit dari pasangan pengantin yang akan melangsungkan ijab dan kabulnya, itu tepat di Hari Raya Idul Adha.

Untuk tahun ini, perayaan Idul Adha dilaksanakan tidak bisa serempak. Muhammadiyah akan melaksanakan Lebaran Kurban pada Rabu (28/6), sedang pemerintah memutuskan Idul Adha pada Kamis (29/6). “Ini sudah biasa, setiap Dzulhijjah yang akan menikah banyak,” terang Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Sempu, Abdul Aziz.

Menurut Azis, diantara pasangan pengantin itu ada yang memilih akan menikah pada saat perayaan Idul Adha, baik itu pada Rabu (28/6) atau pada Kamis (29/6). “Sudah ada yang mendaftar akan menikah pada Hari raya Idul Adha,” terangnya.

Dari catatan di kantornya, jelas dia, pasangan pengantin yang akan melangsungkan ijab dan kabul pada Hari Raya Idul Adha versi Muhammadiyah, atau pada Rabu (28/6), itu ada tiga pasangan yang akan menikah. “Pengantin ini minta dicatat pernikahannya pada Rabu,” ujarnya.

Untuk Kamis (29/6) atau saat Hari Raya Idul Adha sesuai yang diputuskan pemerintah, jelas dia, ada empat pasangan pengantin di wilayah Kecamatan Sempu akan melangsungkan pernikahan. “Jadi saat hari raya Idul Adha, banyak yang mengajukan pernikahan,” katanya pada Jawa Pos Radar Genteng.

Menurut Azis, angka pernikahan di wilayah Kecamatan Sempu menjelang Idul Adha ini mulai mengalami peningkatan dibanding hari-hari biasa. Meski tidak terlalu signifikan, jebolan IAIN Sunan Kalijaga Jogjakarta itu menyebut di hari biasa setiap bulan yang menikah antara 60 hingga 70 pasangan. “Untuk Dzulhijah ini yang mengajukan pernikahan ada sekitar 80-an pasangan,” ungkapnya.

Peningkatan pengajuan perniakahn itu, kata Aziz, sudah biasa terjadi ketika menjelang Idul Adha. Menurutnya, banyak masyarakat yang beranggapan Dzulhijjah itu bulan yang baik untuk melangsungkan pernikahan. “Setiap Idul Adha seperti ini, ada kepercayaan dari kepercayaan masyarakat. Kalau Muharram atau Ramadan biasanya sepi,” tandasnya.

Azis mencatat dalam semester pertama pada 2023 ini, sudah ada 280 pasangan yang melangsungkan pernikahan. Biasanya, dalam setahun di wilayah Kecamatan Sempu ini yang mengajukan pernikahan ada sekitar 780-an pasangan. “Juga ada yang menikah di bawah umur. Tahun ini ada 23 pernikahan di bawah umur, mereka mengajukan dispensasi pernikahan ke pengadilan agama,” pungkasnya.

Editor : Agus Baihaqi

Sumber: Radar Banyuwang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *