17 Juli 2024
Bagikan Artikel

Mayat Bayi prematur berkelamin perempuan yang ditemukan warga di bawah pohon bambu, Dusun Jalen 1, Desa Setail, Kecamatan Genteng pada Senin (26/6) siang, langsung dikubur. Itu setelah diperiksa di RSUD Genteng.

Bayi yang diperkirakan sudah meninggal lebih dari 24 jam itu, dikubur di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Dusun Resomulyo, Desa Genteng Wetan pada Senin (26/6) malam. “Kami akan terus mengusut untuk mencari orang tua bayi, ini masih mengumpulkan bukti-bukti,” kata Kapolsek Genteng, Kompol Sudarmaji pada Jawa Pos Radar Genteng, Selasa (27/6).

Sudarmaji menyampaikan sedang mengumpulkan data-data ibu hamil di wilayah Desa Setail dan desa lain di wilayah Kecamatan Genteng. “Kalau dari pemeriksaan dokter, usia bayi di kandungan sekitar enam bulan, mungkin akan sulit (mencari data), tapi akan terus kami dalami,” ujarnya.

Menurut Sudarmaji, keputusan mengubur jasad bayi yang dilakukan petugas kamar mayat RSUD Genteng, lantaran kondisinya yang sudah mengeluarkan bau. “Karena ada kendala di RSUD (Freezer rusak), jadi langsung dimakamkan,” tuturnya.

Sementara itu, Warsini, perempuan paro baya yang menemukan bayi yang diberi nama Pon,  mengaku ada sesuatu yang seolah ingin menariknya kembali ke lokasi ditemukannya bayi itu. “Saya itu kayak ada yang ‘manggil’ ke situ lagi. Padahal sudah pulang dan istirahat. Sampai sana baru ambil-ambil cabai terus menemukan itu (bayi),” katanya.

Warsini mengaku setelah menemukan mayat bayi itu di rumahnya menggelar selamatan untuk untuk mendoakan bayi bernasib malang tersebut. “Magrib (Senin malam), saya undang warga buat selametan, nylameti bayi itu,” katanya.

Menurut Warsini, ada salah satu warga yang sempat melihat ada seseorang tak dikenal mendatangi lokasi itu pada Senin (26/6) saat subuh. “Ada warga yang cerita, melihat orang senter-senter pakai HP di situ, tapi tidak tahu mau ngapain,” cetusnya/

Seperti diberitakan harian ini sebelumnya, warga Dusun Jalen 1, Desa Setail, Kecamatan Genteng Geger pada Senin (26/6) siang. Salah satu warga di perkampungan padat penduduk itu, menemukan bayi prematur berkelamin perempuan yang sudah meninggal di bawah pohon bambu dekat sungai.

Bayi yang diperkirakan masih berusia enam bulan di dalam kandungan itu, ditemukan warga terbungkus kantong plastik atau kresek dan dkubur dengan kedalaman 20 centimeter. “Saya pulang dari sawah dan lewat situ (lokasi penemuan bayi), banyak cabai yang dibuang di bawah pohon bambu,” kata Warsini, 50, yang menemukan mayat bayi.

Warsini yang rumahnya tidak jauh dari lokasi penemuan itu, awalnya langsung masuk ke rumah untuk istirahat. Tapi karena punya perasaan tidak enak, ia kembali ke lokasi pinggir sungai itu. “Di situ ada orang buang cabai, cabainya bagus-bagus. Saya balik lagi dan ambil cabainya,” ujarnya.

sumber : Radar Banyuwangi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *