24 Juli 2024
Bagikan Artikel

Berita Banyuwangi – Program “Jagoan Tani” yang rutin digelar Pemkab Banyuwangi terus mendapatkan animo yang baik dari generasi muda Banyuwangi. Ratusan anak muda yang memiliki passion di bidang pertanian mendaftarkan diri mengikuti kompetisi bisnis pertanian yang digelar sejak 2018 tersebut. 

“Kami turut senang karena Jagoan Tani terus mendapat respon bagus. Setiap tahunnya, ratusan orang mendaftar untuk mengikuti program inkubasi agribisnis ini. Semoga ini menjadi harapan baik bagi kita semua, ke depan masih banyak anak muda yang tertarik dan akan mengembangkan sektor pertanian,” kata Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani, Jumat (14/7/2023).

Seleksi peserta Jagoan Tani dilakukan secara ketat secara berjenjang sejak 21 Juni hingga 7 Juli 2023. Saat ini telah terseleksi 100 tim peserta terbaik untuk selanjutnya akan mengikuti tahapan mentoring sebagai bekal adu ide dan gagasan agribisnis.

“Info dari Dinas Pertanian dan Pangan, sekitar 700 orang yang tergabung dalam tim ikut mendaftar Jagoan Tani. Dan 100 tim dinyatakan lolos. Selamat kepada 100 tim terpilih. Semoga semuanya bisa mengikuti setiap tahapannya dengan lancar, ” kata Ipuk. 

Jagoan Tani merupakan program inkubasi yang rutin digelar setiap tahun oleh Pemkab Banyuwangi, untuk mengajak generasi muda setempat agar mau menggeluti bisnis pertanian dengan segala subsektornya. 

Selain mentor-mentor handal dan berpengalaman, Jagoan Tani juga menyiapkan hadiah ratusan juta sebagai stimulus modal usaha. Tahun ini hadiah yang disediakan senilai Rp. 127,5 juta.

Ditambahkan Plh. Kepala Dinas Pertanian dan Pangan (Disperta Pangan) Kabupaten Banyuwangi, Nanang Sugiarto, seleksi peserta Jagoan Tani dilakukan secara ketat secara berjenjang sejak 21 Juni hingga 7 Juli 2023. Dimulai dari seleksi proposal hingga verifikasi lapang.

“Dari 212 tim yang mendaftar, 100 tim dinyatakan lolos. Penilaian ini berdasarkan kesesuaian antara proposal dengan hasil verifikasi lapang yang dilakukan oleh tim Disperta Pangan,” kata Nanang.

Para tim terpilih telah menjalani sesi presentasi online terkait rintisan usaha yang mereka geluti, Rabu (12/7/2023). Dilanjutkan dengan sesi mentoring online yang akan digelar, Jumat (14/7/2023).  

Pada sesi mentoring tersebut, sejumlah mentor dihadirkan untuk meng-upgrade pengetahuan para peserta terkait konsep bisnis pertanian modern hingga pemasarannya.

Di antara mentor yang dihadirkan adalah Risti permani, Dosen The University of Queensland & Aglive Indonesia Team; David Setionegoro, Founder Askara Daulat Desa; Rahmad Hardiyanto, Agripreneur Jawa Timur; Dias Satria, Founder Jagoan Indonesia dan Piknikhub; serta Dedy Marquis, Fasilitative Trainer.

Dari 100 besar, para peserta akan diseleksi kembali hingga tersaring 33 tim yang akan maju sesi mentoring offline pada 20-21 Juli mendatang. Dilanjutkan interview dan verifikasi lapang kedua untuk menjaring 10 finalis yang berhak mendapatkan hadiah senilai total Rp. 127.500.000. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *