18 Juli 2024
Bagikan Artikel

Sebuah perahu kecil berisi sesajen kepala sapi, hasil bumi dan laut, diarak dan dilarung ke laut di Pantai Lampon, Desa Pesanggaran, Kecamatan Pesanggaran, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, Rabu (19/7/2023).

Larung sesajen itu diiringi dengan musik tradisional Suku Osing, musik tradisional Bali dan diramaikan dengan pagelaran wayang kulit, kesenian janger dan jaranan.

Pemangku adat mengawali kegiatan tersebut dengan doa bersama secara khidmat bersama ribuan masyarakat setempat.

Tokoh Masyarakat Nelayan Lampon, Suharsono mengatakan, tradisi tersebut digelar sebagai ungkapan syukur atas nikmat hasil laut yang telah diberikan Tuhan Yang Maha Esa.

“Ini kami lakukan secara gotong-royong bersama nelayan Pantai Lampon,” kata Suharsono, Rabu (19/7/2023).

Menurut Suharsono, petik laut tersebut merupakan tradisi adat turun-temurun yang telah dilaksanakan sejak 1927 oleh masyarakat nelayan Lampon.

“Ritual ini digelar setahun sekali tiap tanggal 1 Suro atau 1 Muharam,” ucap Suharsono.

Selain larung sesaji, prosesi ritual petik laut tersebut juga dilaksanakan dengan prosesi selamatan. Acara diikuti oleh ribuan masyarakat nelayan Lampon.

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani Azwar Anas mengapresiasi ritual adat petik laut tersebut.

“Terima kasih, kami bangga melihat warga yang guyub dan rukun dalam menggelar kegiatan yang telah turun-temurun sejak puluhan tahun yang lalu itu,” ucap Ipuk.

Ipuk berharap agar tradisi adat petik laut tersebut dapat terus dilestarikan, karena merupakan bagian daripada merawat peradaban.

“Semoga tradisi ini akan terus berlanjut, dan warga terus guyub rukun,” harap Ipuk.

sumber: KOMPAS.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *