24 Juli 2024
Bagikan Artikel

Gempa bumi tercatat mengguncang Kota Sukabumi dan sekitarnya di Jawa Barat pagi ini, Rabu (23/8/2023).

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat, gempa bumi tersebut memiliki magnitudo 2.3 dan terjadi pukul 06:44 WIB.

Masih menurut BMKG, gempa bumi Sukabumi ini terjadi di koordinat 7.25 LS dan 106.85 BT, yang berlokasi sekitar 38 kilometer ke Barat Daya Kota Sukabumi.

Gempa ini memiliki kedalaman sekitar 20 kilometer dari permukaan bumi. 

Saat ini, BMKG mengeluarkan pernyataan bahwa informasi ini masih bersifat sementara dan bisa berubah seiring dengan kelengkapan data yang lebih lanjut.

Masyarakat di daerah yang terkena guncangan diminta untuk tetap tenang dan mengikuti informasi resmi dari BMKG serta otoritas setempat.

Gempa ini menjadi pengingat bagi kita semua untuk selalu waspada terhadap potensi gempa bumi di wilayah-wilayah rawan gempa di Indonesia.

Persiapan yang baik dan pemahaman tentang tindakan yang harus diambil selama gempa dapat membantu melindungi diri dan keluarga kita.

Potensi gempa bumi di Jawa Barat adalah tinggi karena wilayah ini berada di salah satu zona aktif gempa di Indonesia yang dikenal sebagai Cincin Api Pasifik.

Beberapa faktor yang menjadikan Jawa Barat rawan terhadap gempa bumi meliputi:

Posisi Geografis: Jawa Barat terletak di sepanjang batas lempeng tektonik Indo-Australia dan Eurasia. Aktivitas geser antar-lempeng ini menyebabkan tekanan dan pergerakan yang dapat memicu gempa bumi.

Posisi Geografis: Jawa Barat terletak di sepanjang batas lempeng tektonik Indo-Australia dan Eurasia. Aktivitas geser antar-lempeng ini menyebabkan tekanan dan pergerakan yang dapat memicu gempa bumi.

Sistem Pegunungan: Pegunungan di Jawa Barat, seperti Pegunungan Bukit Barisan dan Pegunungan Pundak, adalah hasil dari aktivitas tektonik yang berkontribusi terhadap potensi gempa bumi.

Tumbukan lempeng dan geseran lempeng di daerah ini dapat menciptakan ketegangan besar yang kemudian dilepaskan sebagai gempa.

Gempa Subduksi: Wilayah pesisir Jawa Barat mengalami subduksi, yaitu ketika lempeng Indo-Australia tenggelam di bawah lempeng Eurasia. Ini adalah jenis aktivitas tektonik yang sering memicu gempa bumi besar dan tsunami.

Sejarah Gempa: Jawa Barat telah mengalami sejumlah gempa bumi signifikan dalam sejarahnya, termasuk gempa bumi besar di Bandung pada tahun 2009.

Hal ini menunjukkan bahwa wilayah ini terus menerus menghadapi risiko gempa bumi.

Kepadatan Penduduk: Jawa Barat adalah salah satu provinsi terpadat di Indonesia, dengan populasi yang tinggi dan pemukiman yang padat.

Hal ini meningkatkan potensi kerugian akibat gempa bumi, terutama jika bangunan dan infrastruktur tidak memenuhi standar keamanan gempa.

Sumber:tribunnews.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *