17 Juli 2024
Bagikan Artikel

Berita Banyuwangi – Kamis (28/12/2023) cuaca mendung mengiringi AMONG dan Eco Bhinneka Muhammadiyah menuju Masjid At Taqwa, Pusat Dakwah Muhammadiyah Ranting Kradenan. Masjid ini tepat berada di samping Sungai Kalisetail, Purwoharjo, Banyuwangi.

Kedatangan AMONG yang terdiri dari pemuda lintas iman dan lintas komunitas bersama Eco Bhinneka Muhammadiyah disambut hangat oleh Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM), Pimpinan Ranting ‘Aisyiyah (PRA), dan Pimpinan Ranting Nasyiatul Aisyiyah (PRNA) Kradenan. Berbagai suguhan disajikan dan pastinya tetap menerapkan konsep ramah lingkungan.

Zahrotul Janah, sekretaris AMONG memperkenalkan Eco Bhinneka yang masih asing bagi warga Kradenan. “Eco Bhinneka merupakan program dari Muhammadiyah yang berkolaborasi dengan Pimpinan Pusat Nasyiatul Aisyiyah. Eco Bhinneka Banyuwangi telah memasuki tahun kedua. Fokus Eco Bhinneka tentang kerukunan antarumat beragama dan pelestarian hijau,” tuturnya.

“Sebagai pengingat, dalam surat Al Mulk ayat 15, Allah telah menyiapkan bumi untuk kita jelajahi dan mendapatkan rezeki-Nya. Maka dari itu kita sebagai manusia harus berkontribusi menjaga dan merawat bumi ini,” tutur Mu’arif, Ketua Pimpinan Ranting Muhammadiyah Kradenan.

Besuk Sungai merupakan salah satu program unggulan Eco Bhinneka. Ini adalah Besuk Sungai yang kedua kalinya setelah Besuk Sungai I Sungai Kalibaru, Siliragung. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Banyuwangi hadir memberi arahan dan sosialisasi soal Pengendalian Pencemaran Kualitas Lingkungan yang disampaikan oleh Ivan Candra, Kepala UPT Laboratorium Lingkungan DLH Kabupaten Banyuwangi. Pencemaran, lingkungan, milenial peduli, dan praktikum menjadi outline topic dalam materinya. DLH Banyuwangi siap berkolaborasi kembali dengan AMONG dan Eco Bhinneka Muhammadiyah.

Pada sesi akhir, peserta langsung menuju Sungai Kalisetail, Kradenan, Purwoharjo, mengambil sampel air sungai untuk percobaan dengan parameter yang diuji yaitu PH, kekeruhan, konduktivitas (daya hantar Listrik), dan TDS (padatan yang terlarut). Berdasarkan hasil penelitian, Sungai Kalisetail memiliki PH 7,87 (kategori aman), kekeruhan 65 (di atas batas normal yaitu 50), TDS 134 (di bawah nilai ambang batas yaitu 1000), dan DHL (daya hantar listrik) 267 (masuk kategori normal).

Besuk Sungai ditutup dengan aksi clean up oleh AMONG, tim Eco Bhinneka Muhammadiyah, DLH Banyuwangi, dan warga Muhammadiyah Kradenan. Aksi clean up berhasil mengumpulkan 32,97 kg sampah plastik.

Penulis Maydini & Winda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *