17 Juli 2024
Bagikan Artikel

Berita Banyuwangi – Berbagai prestasi yang diraih oleh Kabupaten Banyuwangi membuat jajaran Pemerintah Kota Kotamobagu Provinsi Sulawesi Utara melakukan kunjungan kerja ke daerah yang dijuluki The Sunrise of Java tersebut.  Pj. Walikota Kotamobagu, Asripan Nani pun membawa jajarannya untuk sharing berbagai pengalaman memajukan daerah.

Kunjungan Pj. Bupati Asripan diterima langsung oleh Sekretaris daerah (Sekda) Banyuwangi Mujiono di Aula Minakjinggo, Senin (15/1/2024).  

Pj. Bupati Asripan mengatakan kedatangannya bersama rombongan karena ingin mengetahui lebih banyak cara Banyuwangi dalam memajukan daerah. Karena Kotamobagu sendiri merupakan kota kecil yang masih muda usianya, sehingga butuh banyak masukan dalam memajukan kota.

“Kota kami adalah wilayah pemekaran, usianya baru 17 tahun, masih sangat muda, hasil pemekaran dari Kabupaten Bolaang Mongondow. Banyak hal yang harus kami pelajari agar bisa maju seperti Kabupaten Banyuwangi,” ujar Asripan.

Asripan melanjutkan, pihaknya ingin mengetahui berbagai upaya pemerintah dalam mengelola daerah hingga menjadi maju dan menorehkan prestasi. Di antaranya terkait berbagai inovasi pemerintah dan pelayanan publik hingga pariwisata.

“Kami memperhatikan selalu ada program inovasi baru juga prestasi dari Banyuwangi. Kami sangat tertarik dan sempatkan datang langsung kesini untuk belajar banyak hal,” tutur Arsipan.

Sementara itu Sekda Banyuwangi Mujiono mengatakan Inovasi, terus dilakukan pemkab untuk perbaikan kinerja pemerintahan. Inovasi menjadi tools Banyuwangi untuk mempercepat penyelesaian masalah daerah hingga mempercepat capaian berbagai program pembangunan.

“Inovasi dilakukan di semua sektor mulai tata kelola pemerintahan dan birokrasi, pelayanan publik, pariwisata hingga penanganan kemiskinan,” ujar Sekda.

Salah satu Inovasi yang konsisten dilakukan oleh Pemkab Banyuwangi adalah lewat program bupati ngantor di desa (bunga desa). Secara berkala, Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani tinggal di desa seharian, dari pagi sampai petang untuk mengurai berbagai urusan warga.

“Ini adalah cara Pemkab untuk menjemput bola berbagai urusan warga untuk menuntaskan urusan warga di desa itu. Ada urusan yang solusinya jangka pendek, bisa cepat. Ada yang perlu waktu seperti infrastruktur,” ujar Mujiono.

Inovasi juga dilakukan pada sektor pelayanan publik, di antaranya Banyuwangi menginisiasi Mal Pelayanan Publik yang melayani lebih dari 200 layanan dokumen kependudukan dan perijinan dalam satu atap. Ada juga Pasar Pelayanan Publik, dengan konsep yang sama, yang berlokasi di tengah pasar rakyat.

“Bahkan program Mal Pelayanan Publik Digital yang kami rintis, telah diadopsi pemerintah pusat untuk kemudahan pengurusan dokumen kependudukan warga,” kata Mujiono.

Banyuwangi juga getol menggerakkan sektor pariwisata untuk menggerakkan ekonomi warga. Berbagai event berbasis seni dan budaya daerah serta mengoptimalkan potensi daerah digelar sepanjang tahun yang dikemas dalam agenda wisata Banyuwangi Festival. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *