17 Juli 2024
Bagikan Artikel

Berita Banyuwangi – Berbagai program pengentasan kemiskinan terus digeber Pemkab Banyuwangi. Salah satunya, pengentasan kemiskinan dengan instrumen program padat karya.

“Saat ini, Banyuwangi terus menekan angka kemiskinan yang ada. Meskipun sudah rendah, tapi berbagai intervensi masih harus dilakukan agar rakyat Banyuwangi benar-benar sejahtera,” ungkap Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani.

Program tersebut diluncurkan Bupati Ipuk dalam rangkaian agenda Safari Ramadan pada Jumat sore (22/3/2024) di Embung Ja’i, Desa Dasri, Kecamatan Tegalsari yang dihadiri ratusan petani. 

Program itu dilakukan dengan melakukan intervensi kepada warga miskin yang masuk di database UGD Kemiskinan Banyuwangi. Dari data tersebut, warga pra sejahtera yang masih produktif, akan dilibatkan dalam program padat karya yang dicanangkan Pemkab Banyuwangi.

Salah satunya pembangunan infrastruktur yang dilakukan oleh Kepala Dinas PU Pengairan, Guntur Priambodo. 

“Untuk di PU Pengairan sendiri, kami mentargetkan bisa menyentuh 2.400 orang yang terbagi dalam 80 lokus kerja di seluruh Banyuwangi,” papar Guntur.

Iouk kembali mengatakan program ini akan diluaskan jangkauannya dengan melibatkan sejumlah instansi lain yang memiliki program padat karya. 

“Tidak hanya program pembangunan yang berjalan, tapi juga bisa berdampak terhadap terbukanya lapangan kerja bagi warga miskin,” harapnya.

Dalam kesempatan itu, Ipuk juga menggelar dialog dengan para petani. Salah satunya mereka meminta agar pemkab memfasilitasi pemanfaatan embung lebih optimal. 

“Kami mohon dibantu bibit ikan dan kalau bisa embung ini akan kita jadikan kolam pancing. Denhingga ada pendapatan lebih untuk lara petani,” kata Sujono, salah satu petani. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *