23 Juli 2024
Bagikan Artikel

Berita Banyuwangi Terbaru – Pengasuh Pesantren Darul Lughah wa-d-Da’wah (Dalwa) Putri, Pasuruan Dr. KH. Habib Segaf Baharun, M.Ag berkunjung ke Pendopo Shaba Swagata Blambangan Banyuwangi, Sabtu (27/4/2024).

Kunjungan tersebut, menurut Habib Segaf, dalam rangka melakukan silaturahmi keluarga. Bupati Ipuk dari suaminya, Abdullah Azwar Anas, ternyata masih memiliki hubungan kekerabatan dengan pendiri salah satu pesantren terkemuka di Jawa Timur itu.

“Ini silaturahmi kekeluargaan. Notabene-nya Pak Anas itu kerabat ana (saya). Empat misan dengan saya,” jelas Habib Segaf. Mereka juga sering bertemu dalam reuni keluarga, terakhir dalam momen Silaturahmi Potoh Kiai Muhammad Rowi di Sumenep, Madura, pada akhir Februari 2024.

Perlu diketahui, Habib Segaf Baharun merupakan putra kedua dari Habib Hasan bin Ahmad Baharun dengan Syarifah Khadijah. Sedangkan Abdullah Azwar Anas sendiri merupakan putra dari pasangan KH. Achmad Musayyidi dengan Nyai Hj. Siti Aisyah. Dari Nyai Aisyah dan Syarifah Khodijah inilah tersambung nasab kepada KH. Muhammad Rowi. 

Kiai Rowi merupakan keturunan Nyai Halimah binti Abd Quddus bin Abd Karim Saregading Ambunten yang berhulu ke Sunan Ampel. Ia kemudian hijrah ke Guluk-Guluk untuk berdakwah dengan mendirikan Pesantren Langgar Asem. Dari sini, Kiai Rowi dikenal Bujhu Gerrasem.

Di kemudian hari, Kiai Rowi banyak melahirkan ulama yang menjadi ulama terkemuka. Di antaranya adalah Pesantren Al-Bustan Banyugiri, Guluk-Guluk, Sumenep dan KH Thaifur Ali Wafa pengasuh pesantren Assadad Ambunten.

Selain itu ada pula KHR Ahmad Azaim Ibrohimy (PP. Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo), KHR Kholil As’ad (PP. Walisongo Mimbaan Situbondo), KH Ramdlan Siraj (PP. Nurul Islam Karangcempaka Bluto) dan Kiai M Faizi (PP.  Annuqayah serta Al-Furqan Sabajarin Guluk-Guluk).

Dalam kesempatan tersebut, Habib Segaf Baharun juga mendoakan agar Bupati Ipuk diberikan kekuatan dan pertolongan dari Allah SWT dalam memimpin Banyuwangi. “Semoga menjadi daerah baldatun thoyyibatun wa rabbun ghofur,” ungkapnya.

Kabupaten Banyuwangi, imbuh Habib Segaf, merupakan daerah yang sejahtera. Hal ini tak lain berkat hubungan yang baik antara ulama dan umara (pemerintah). “Di sini banyak majelis-majelis oleh para habaib dan kiai. Ini akan menjadi sebab turunnya rahmat Allah,” pungkasnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *